Papua, 22/11 – Setelah empat tahun menjadi buronan, seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dikenal dengan inisial Maam Taplo akhirnya berhasil diringkus oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Ia merupakan pelaku utama dalam penyerangan brutal terhadap tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada tahun 2021.
Penangkapan dilakukan pada Sabtu (22/11/2025) sekitar pukul 12.20 WIT di kawasan Arso Swakarsa, Kabupaten Keerom, melalui operasi gabungan Satgas Damai Cartenz bersama Polres Keerom.
“Pelaku berhasil kami amankan tanpa perlawanan. Ia tercatat sebagai anggota KKB Kodap XV Ngalum Kupel dan sudah lama masuk DPO, ” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, kepada media.
Empat Tahun Buron dengan Identitas Medis Palsu
Menurut Faizal, Maam Taplo menggunakan alasan berobat ke RS Vanimo, Papua Nugini, untuk melarikan diri dari wilayah Pegunungan Bintang.
“Ia meninggalkan Kiwirok sejak Agustus 2025 dengan membawa surat rujukan palsu dari Puskesmas Kiwirok. Itu yang membuat pergerakannya sulit terdeteksi,” ungkapnya.
Tim kemudian melakukan pemantauan intensif hingga akhirnya mengetahui keberadaan pelaku di Keerom.
Pelaku Penyerangan Brutal 2021
Berdasarkan catatan penyidik, Maam Taplo terlibat langsung dalam penyerangan terhadap para tenaga kesehatan pada 13 September 2021, peristiwa yang menewaskan nakes Gabriella Meilani akibat luka bacok dan tusukan di beberapa bagian tubuh.
Selain korban meninggal, terdapat 10 korban luka-luka, termasuk dokter Restu Pamangi yang mengalami patah lengan kanan. Beberapa korban lain juga mengalami luka tusuk, memar, dan penganiayaan berat.
“Serangannya saat itu terjadi secara membabi buta, mengarah pada para nakes yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan,” terang Faizal.
Terlibat Banyak Aksi Kekerasan Lain
Tak hanya penyerangan terhadap tenaga kesehatan, Maam Taplo juga disebut sebagai bagian dari kelompok yang membakar fasilitas umum di Kiwirok, termasuk Bank Papua, puskesmas, pasar, dan perumahan warga.
Ia juga diduga terlibat dalam:
Penembakan di Lapangan Terbang Kiwirok
Penyerangan Pos Brimob Resimen III
Kontak tembak dengan Satgas Kodim Yonif 431/SSP
Insiden yang menyebabkan gugurnya Prada Beryl Kholif A.R
Segera Diproses Hukum
Setelah ditangkap, pelaku langsung dibawa ke Polda Papua untuk pemeriksaan lanjutan oleh Ditreskrimum. Aparat memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.
“Ini adalah langkah penting untuk memberikan keadilan bagi semua korban. Pelaku kekerasan dengan rekam jejak seperti ini harus diproses hingga tuntas,” tegas Brigjen Faizal.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menambahkan bahwa pengejaran terhadap anggota KKB lainnya akan terus berlanjut.
“Kami tidak berhenti pada satu penangkapan. Jaringan KKB terus kami awasi dan operasi akan berlanjut hingga situasi benar-benar aman,” ucapnya.
Penangkapan ini menjadi salah satu capaian besar Satgas Damai Cartenz dalam menindak kasus kekerasan bersenjata yang selama bertahun-tahun menimbulkan ketakutan di wilayah Pegunungan Bintang. (Red)







