NASIONAL

Kemenag Terbitkan Panduan Program Makan Bergizi Gratis di Pesantren: Tingkatkan Gizi dan Karakter Santri

408
×

Kemenag Terbitkan Panduan Program Makan Bergizi Gratis di Pesantren: Tingkatkan Gizi dan Karakter Santri

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Panduan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lingkungan Pesantren. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi dan membangun karakter para santri di seluruh pondok pesantren Indonesia.

Direktur Jenderal Pendis, Abu Rokhmad, menyatakan bahwa program ini mendukung program prioritas Presiden Prabowo. “Program MBG bukan sekadar memenuhi kebutuhan gizi santri, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter,” ujar Abu Rokhmad saat konferensi pers di Jakarta, Minggu (5/1/2025).

Panduan Utama Program MBG

Berdasarkan SE Dirjen Pendis No 10 Tahun 2024, pimpinan pesantren diharapkan menjadikan MBG sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pendidikan dari segi kesehatan dan moral. Program ini dirancang dengan beberapa nilai karakter utama:

1. Nilai Spiritual:

Santri diajarkan berdoa sebelum makan dan mengikuti adab makan seperti membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, dan tidak mencaci makanan.

Etika ini diharapkan meningkatkan rasa syukur dan kebiasaan hidup baik.

2. Nilai Toleransi:

Sistem prasmanan diterapkan, melatih santri untuk antre, mengambil makanan secukupnya, dan menghormati sesama.

Hal ini bertujuan menciptakan suasana harmonis di lingkungan pesantren.

 

3. Nilai Tanggung Jawab:

Santri diminta membawa dan mencuci peralatan makan sendiri.

Langkah ini mendidik santri untuk hidup bersih dan bertanggung jawab atas barang pribadi.

Jadwal Pembagian Makan Bergizi

Untuk memastikan kelancaran program, pembagian makanan diatur berdasarkan jenjang pendidikan:

PaudQu dan Kelas 1-2 Ula: Pukul 08.00 waktu setempat.

Kelas 3-6 Ula: Pukul 09.30 waktu setempat.

Wustha dan Ulya: Pukul 12.00 waktu setempat.

Harapan Program MBG

Abu Rokhmad menegaskan bahwa program ini tidak hanya menargetkan peningkatan kesehatan santri, tetapi juga membangun karakter unggul. “Pimpinan pesantren diharapkan memanfaatkan program ini untuk memperkuat nilai-nilai karakter, sehingga santri tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial,” pungkasnya.

Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis, pesantren di seluruh Indonesia diharapkan dapat menjadi pelopor pendidikan berbasis karakter yang holistik.

NMC