NASIONAL

PPIH Siapkan Bus Berspesifikasi Khusus untuk Pemberangkatan Jemaah Haji dari Madinah ke Makkah

287
×

PPIH Siapkan Bus Berspesifikasi Khusus untuk Pemberangkatan Jemaah Haji dari Madinah ke Makkah

Sebarkan artikel ini

Jakarta, swarabhayangkara.com — Tahap pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah resmi dimulai. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menyiapkan armada bus dengan spesifikasi khusus guna memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama perjalanan sekitar lima jam tersebut.

Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M Hanafi, menjelaskan bahwa seluruh bus yang digunakan adalah bus antarkota dengan usia maksimal lima tahun. “Perjalanan Madinah ke Makkah cukup jauh, sekitar lima jam. Untuk kenyamanan jemaah, kita siapkan bus dengan spesifikasi khusus,” ujar Muchlis usai menyambut kedatangan jemaah di Makkah pada Sabtu (10/5/2025).

Menurutnya, PPIH telah bekerja sama dengan 12 perusahaan otobus di Arab Saudi. Setiap bus hanya akan diisi maksimal 42 jemaah guna menjaga kenyamanan dan keamanan.

“Bus dilengkapi dengan Air Conditioner (AC) yang berfungsi baik, tombol darurat untuk membuka pintu secara manual, serta sistem pemantauan berbasis Global Positioning System (GPS) yang bisa diakses oleh petugas,” tambahnya.

Sistem monitoring perjalanan dilakukan melalui aplikasi digital guna memastikan ketertiban dan kelancaran layanan. Selain itu, bus juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya, seperti kotak kesehatan, obat-obatan, toilet, cooler box, dan air minum 330 ml per jemaah.

Muchlis menegaskan bahwa layanan transportasi ini bersifat inklusif dan ramah terhadap jemaah berkebutuhan khusus, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. “Bus harus sudah standby di depan hotel paling lambat satu jam sebelum keberangkatan, dalam kondisi bersih dan siap beroperasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa seluruh layanan transportasi ini telah termasuk dalam Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), sehingga jemaah tidak perlu memberikan uang tips kepada pengemudi.

“Tidak ada uang tips, baksyis, apalagi pungutan liar. Semua sopir sudah dibayar,” tegas Muchlis M Hanafi.

NMC