DAERAH

Polsek Kabila catat penjualan beras SPHP capai 7,2 ton

314
×

Polsek Kabila catat penjualan beras SPHP capai 7,2 ton

Sebarkan artikel ini

 

Gorontalo, 04/9  – Kepolisian Sektor (Polsek) Kabila, Bone Bolango Provinsi Gorontalo, mencatat bahwa penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah itu mencapai 7,2 ton.

Kapolsek Kabila Inspektur Satu Ferron Baiku di Gorontalo, Rabu mengatakan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penjualan dalam kurun waktu sekitar tiga minggu terakhir.

“Untuk penjualannya kami laksanakan di depan Mapolsek Kabila dan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tercatat ada 7,2 ton yang telah tersalurkan,” kata Ferron.

Dalam penyaluran, setiap sak berukuran lima kilogram beras yang disuplai oleh Bulog Gorontalo itu, dijual dengan harga Rp60 ribu.

Tata cara penjualannya pun diatur, dimana setiap orang hanya bisa membeli paling banyak dua sak atau 10 kilogram beras.

Hal itu bertujuan untuk mencegah adanya oknum-oknum tidak bertanggungjawab, yang berniat melakukan penimbunan atau menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dari harga jual yang ditetapkan oleh Bulog.

Tingginya kualitas beras dan murahnya harga yang ditetapkan, menjadi alasan warga khususnya di Kecamatan Kabila untuk berbondong-bondong datang ke Polsek untuk membeli beras SPHP tersebut.

“Setiap hari banyak warga yang datang membeli beras SPHP ini, bahkan tak sedikit yang datang pada malam hari dan tetap dilayani oleh anggota yang melaksanakan piket,” kata dia.

Sementara itu warga Kecamatan Kabila Astin Putri mengatakan keberadaan beras SPHP ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata.

Keunggulan dari program ini kata dia, selain penyaluran yang teratur, kualitas beras SPHP cukup baik, apalagi warga bisa membelinya dengan harga yang jauh lebih murah dari harga eceran tertinggi (HET).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, Polri dan Bulog di Gorontalo. Kami berharap program seperti ini akan selalu ada, dalam rangka membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok beras berkualitas dengan harga yang murah,” imbuhnya.

(wan)