DAERAH

Pemkot Kediri libatkan masyarakat kelola sampah jadi peluang usaha

197
×

Pemkot Kediri libatkan masyarakat kelola sampah jadi peluang usaha

Sebarkan artikel ini

 

Kediri, 15/11 – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mendorong serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang nantinya bisa menjadi peluang usaha bagi mereka.

Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha mengemukakan sampah rumah tangga bisa dikelola dengan baik. Sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, tetapi bisa menjadi sumber daya bernilai.

“Kami mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. Kami adakan pelatihan yang merupakan langkah konkret dalam mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah,” katanya di Kediri, Sabtu.

Wakil Wali Kota Kediri saat membuka pelatihan peningkatan kapasitas program ketahanan pangan berbasis sampah rumah tangga yang digelar di Kelurahan Lirboyo, Kota Kediri tersebut menambahkan, persoalan sampah bukan hanya menjadi masalah di Kota Kediri.

Masalah itu, kata dia, juga dialami oleh banyak daerah lain. Untuk itu, penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah tetapi juga melibatkan semua pihak.

“Oleh karena itu, dalam persoalan sampah ini, semua lini harus bergerak. Saya mengapresiasi langkah kelompok masyarakat yang sudah mulai menginisiasi gerakan penanganan sampah di tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Sebab, persoalan ini tidak akan pernah tuntas bila hanya mengandalkan pemerintah daerah saja,” ujarnya.

Gus Qowim, sapaan akrabnya, menegaskan Pemerintah Kota Kediri mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga berbasis pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Sampah harus mulai kita lihat sebagai peluang, bukan lagi beban. Jika setiap wilayah mampu menangani sampah sejak dari sumbernya dari rumah, RT, dan kelurahan, maka sampah tidak perlu lagi menumpuk di TPA,” kata dia.

Dengan inovasi dan kreativitas, kata dia, sampah dapat menjadi sesuatu yang bernilai. Satu sisi kita menyelesaikan persoalan lingkungan, di sisi lain kita bisa mendapatkan manfaat ekonomi.

“Inilah saatnya kita memandang sampah sebagai sumber daya, ketika dikelola dengan baik,” kata Gus Qowim.

Pada pelatihan ini, para peserta mendapatkan pembekalan praktik mulai dari teknik pembuatan kompos sampah organik hingga pembuatan sapu dari botol bekas air mineral, yang diberikan oleh Pendiri Rumah Kompos Kemuning Sujiman.

Selain materi pengelolaan sampah, peserta juga diberikan pengetahuan tambahan mengenai jenis-jenis narkoba sebagai upaya peningkatan kewaspadaan dan pencegahan di lingkungan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini Lurah Lirboyo Panji Hartawan, Ketua Pokmas Lirboyo Mapan Priyo Basuki beserta anggota, Ketua RT/RW, pengurus LPMK dan Karang Taruna Kediri dan tamu undangan lainnya.

(Mul)