DAERAH

Polres Kotim tekankan peran orangtua jaga anak dari pengaruh terorisme

203
×

Polres Kotim tekankan peran orangtua jaga anak dari pengaruh terorisme

Sebarkan artikel ini

 

Sampit, 28/11 – Polres Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menekankan pentingnya peran orangtua dalam membentuk karakter dan ideologi anak sejak usia dini agar terhindar dari pengaruh maupun jaringan terorisme.

“Pada hakikatnya, semua tindakan yang dilakukan anak tetap dipandang berbeda dari orang dewasa. Karena itu, peran orangtua sangat vital dalam tumbuh kembang dan pembentukan ideologi anak,” kata Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kotim Iptu Dhearny A.G. Dachi di Sampit, Jumat.

Belum lama ini Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merilis data yang menunjukkan sebanyak 110 anak berusia 10–18 tahun teridentifikasi telah direkrut atau terpapar jejaring terorisme.

Temuan ini menunjukkan ancaman ekstremisme kini mulai menyasar kelompok paling rentan, yakni anak-anak, dengan memanfaatkan peluang rekrutmen secara daring, contohnya melalui media sosial maupun game online.

Dhearny menegaskan Sistem Peradilan Pidana Anak berpegang pada prinsip anak tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum setara dengan orang dewasa.

“Oleh karena itu, peran orangtua menjadi faktor paling penting dalam pembentukan karakter dan penanaman ideologi sejak dini,” tegasnya.

Ia menggarisbawahi strategi paling efektif untuk membentengi anak dari ancaman radikalisme atau ekstrimisme adalah melalui penguatan bimbingan di lingkungan keluarga, pengawasan aktivitas anak yang maksimal, serta penanaman ajaran Pancasila sejak awal.

Ia mengakui perkembangan teknologi informasi pesat saat ini menjadi tantangan besar, diperparah dengan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak.

Menanggapi hal ini, Unit PPA Polres Kotim secara berkelanjutan mengadakan sosialisasi mendalam kepada orang tua dan anak mengenai pencegahan radikalisme dan ekstremisme.

Di samping itu, pihak kepolisian juga gencar memperluas sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat sipil.

Ia juga berharap kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat pertahanan anak dari berbagai pengaruh negatif, terutama yang berasal dari derasnya arus informasi di ruang digital.

“Kami berupaya meningkatkan kesadaran orang tua melalui diskusi kelompok terpumpun (FGD), seminar, dan berbagai kegiatan edukasi. Unit PPA siap mendukung upaya ini, termasuk sebagai sumber informasi,” demikian Dhearny.

(reza)