DAERAH

Polisi kantongi identitas pelaku pembacokan pemuda di Cianjur

174
×

Polisi kantongi identitas pelaku pembacokan pemuda di Cianjur

Sebarkan artikel ini

 

Cianjur, 26/1  – Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengantongi identitas pelaku pembacokkan terhadap seorang pemuda Lucky Irawan (21) warga Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu yang mengalami luka parah, dimana pelaku saat ini dalam pengejaran petugas.

Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurihko Hadi di Cianjur, Minggu, mengatakan setelah melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus kekerasan jalanan melibatkan jajaran Polsek Sukaluyu, didapat nama para pelaku yang diduga anggota gerombolan bermotor.

“Kami sudah mengantongi nama para pelaku, saat ini anggota disebar guna melakukan penangkapan untuk mengetahui motif dari penyerangan terhadap korban yang mengalami luka parah di sejumlah anggota tubuhnya,” kata Kapolres.

Pihaknya meminta pelaku segera menyerahkan diri karena petugas akan memburu mereka sampai tertangkap karena sudah melakukan tindak pidana yang menyebabkan korban mengalami luka berat dan menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami akan mengungkap motif dari pelaku yang jumlahnya lebih dari dua orang, lebih baik menyerahkan diri atau terus diburu petugas sampai tertangkap,” katanya.

Seperti diberitakan Kepolisian Resor Cianjur, memburu pelaku pembacokan terhadap seorang pemuda Lucky Irawan (21) warga Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu yang mengalami luka bacokan di sejumlah anggota tubuhnya.

Kapolsek Sukaluyu AKP Akhmad Tri Lesmana, mengatakan korban yang mengalami luka bacokan dibawa ke RSUD Sayang Cianjur guna mendapatkan pertolongan medis karena mengalami luka robek di bagian pinggang, perut dan pergelangan tangan.

“Kami sudah mendapat laporan dari keluarga korban, saat ini kami mengembangkan kasusnya termasuk memburu para pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang,” katanya.

Bahkan pihaknya sudah meminta keterangan saksi-saksi terkait kejadian tersebut, guna mengungkap motif para pelaku yang diduga melakukan aksi kekerasan jalanan secara acak.

“Kami masih meminta keterangan saksi lainnya termasuk korban guna mengungkap motifnya apakah target acak atau ada perselisihan sebelumnya sehingga memicu kejadian,” katanya.

(ujang)