Denpasar, 01/8 – Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di salah satu tenant di lantai 2 Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kamis (30/7) sekitar pukul 21.45 Wita.
“Kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini Satreskrim Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai masih melakukan penyelidikan atau pendalaman terkait kejadian kebakaran tersebut,” ujar Penjabat Sementara Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Iptu I Gede Suka Artana di Denpasar, Sabtu.
Namun demikian, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Dugaan awal, api berasal dari mesin pemanggang daging (grill) yang kemudian merambat ke saluran pembuangan asap (exhaust),” kata Artana.
Ia menjelaskan kebakaran bermula saat seorang karyawan mengoperasikan mesin grill.
Saat itu, suhu mesin mengalami kenaikan dan penurunan yang tidak normal sebelum akhirnya memunculkan kobaran api yang membesar dan menjalar ke saluran exhaust.
Mengetahui kejadian tersebut, karyawan langsung mematikan kompor dan panel exhaust, kemudian melakukan pemadaman awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Menurut Artana, api pada mesin grill berhasil dipadamkan, namun kobaran api di dalam saluran exhaust belum dapat dijangkau sehingga sebagian plafon dibongkar untuk memudahkan proses pemadaman.
Petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) yang tiba di lokasi segera melakukan pemadaman.
Sistem sprinkler otomatis di area tersebut juga aktif sehingga membantu mencegah api meluas ke bagian lain terminal.
Sekitar pukul 22.10 Wita, api berhasil dipadamkan sepenuhnya, dilanjutkan dengan pembuangan asap menggunakan blower.
Selama proses penanganan, personel Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama instansi terkait mengamankan lokasi kejadian.
Polisi memasang garis polisi, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mendukung proses penyelidikan.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kerugian material sementara diperkirakan sekitar Rp10 juta.







