NASIONAL

PT CTP TOLLWAYS DUKUNG KETAHANAN PANGAN, PANEN PERDANA TJSL NILA BERDAYA

21
×

PT CTP TOLLWAYS DUKUNG KETAHANAN PANGAN, PANEN PERDANA TJSL NILA BERDAYA

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, 01/07 (MSB) – PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP Tollways) turut mendukung keberhasilan panen perdana Program Nila Berdaya yang dilaksanakan oleh PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PT PSL) sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang Pengembangan Ekonomi. Kegiatan yang berlangsung di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan lahan di bawah kolong Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) sebagai kawasan budidaya ikan nila berbasis sistem bioflok.

Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pengelola JTCC, PT CTP Tollways berperan aktif dalam mendukung pemanfaatan ruang di bawah kolong tol agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Panen perdana ini merupakan hasil dari proses pembinaan selama empat bulan, yang mencakup pembentukan kelompok pembudidaya, penyediaan sarana dan prasarana, pelatihan teknis budidaya, pelatihan pengolahan hasil serta pemasaran, hingga pendampingan intensif kepada masyarakat.

Direktur Utama PT CTP Tollways, Derry Febrian Putra, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional,

“PT CTP Tollways tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan jalan tol yang andal, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan lahan di bawah kolong tol menjadi kawasan budidaya ikan nila merupakan bentuk optimalisasi aset yang mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan lokal. Kami berharap program ini dapat terus berkembang dan menjadi model pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program Nila Berdaya merupakan kolaborasi antara PT Pelindo Sinergi Lokaseva, PT Akses Pelabuhan Indonesia (PT API), dan PT CTP Tollways sebagai bagian dari sinergi dalam menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam pengelolaan JTCC, PT CTP Tollways mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan di bawah kolong tol menjadi area produktif melalui budidaya ikan nila dengan sistem bioflok yang ramah lingkungan.

Sistem bioflok memungkinkan pemanfaatan limbah organik dari budidaya sebagai nutrisi bagi mikroorganisme, sehingga tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah dan sirkulasi bahan alami secara berkelanjutan.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh akses terhadap sarana produksi, tetapi juga peningkatan kapasitas dalam budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran. Hal ini diharapkan dapat menciptakan sumber pendapatan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat.

Mewakili Pemerintah Desa Srimahi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Srimahi menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan.

“Kami merasakan manfaat nyata dari Program Nila Berdaya. Tidak hanya memperoleh bantuan sarana budidaya, masyarakat juga mendapatkan pengetahuan dan pendampingan yang sangat bermanfaat. Panen perdana ini menjadi motivasi bagi kelompok pembudidaya untuk terus mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Program Nila Berdaya juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan).

Ke depan, PT CTP Tollways akan terus memperkuat implementasi program T.JSL yang selaras dengan strategi pembangunan nasional melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, serta optimalisasi pemanfaatan aset jalan tol. Perseroan meyakini bahwa sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.