NASIONAL

Skandal BBM di Parigi Moutong! SPBU Kasimbar dan Tinombo Diduga Main Mata dengan Pengecer, Rakyat Dijatah Kata “Habis” Tapi di Eceran Melimpah Harga Rp25 Ribu/Liter

30
×

Skandal BBM di Parigi Moutong! SPBU Kasimbar dan Tinombo Diduga Main Mata dengan Pengecer, Rakyat Dijatah Kata “Habis” Tapi di Eceran Melimpah Harga Rp25 Ribu/Liter

Sebarkan artikel ini

 

 

PARIGI MOUTONG, 29/08  – Dugaan praktik mafia BBM bersubsidi kembali mencoreng Kabupaten Parigi Moutong. SPBU di wilayah Kecamatan Kasimbar dan Tinombo diduga kuat melakukan permainan kotor dengan para pedagang eceran. Akibatnya, masyarakat kecil menjadi korban dan resah.

 

Modus yang dilaporkan warga sangat telanjang. Setiap masyarakat yang hendak membeli Pertalite di SPBU selalu dijawab dengan alasan klasik: “HABIS”.

 

Namun fakta di lapangan berbanding terbalik 180 derajat. Di sepanjang jalan, tepat di sekitar SPBU tersebut, Pertalite eceran justru melimpah ruah. Parahnya, dijual dengan harga mencekik leher rakyat, mencapai Rp25.000 per liter.

“Ini jelas ada permainan. Masa di SPBU habis terus, tapi di pengecer dekat situ ada terus, harganya tidak masuk akal. Kami ini mau melaut, mau ke kebun butuh bensin, tapi dipersulit. Diduga SPBU lebih mengutamakan pengecer karena ada bagi hasil harga,” geram salah seorang warga Kasimbar yang meminta namanya tidak disebutkan karena takut diintimidasi, Sabtu (29/08/2026).

Dugaan ini menguatkan indikasi adanya kongkalikong antara oknum operator SPBU dengan mafia eceran. SPBU yang seharusnya menyalurkan BBM subsidi untuk masyarakat umum sesuai aturan Pertamina, justru diduga sengaja menimbun dan mengalihkan stok ke pengecer untuk meraup keuntungan berlipat ganda.

 

Praktik ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat dan negara. BBM subsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, bukan untuk dijadikan bancakan oknum serakah.

 

Masyarakat Kasimbar dan Tinombo kini menjerit. Mereka merasa dirugikan secara ekonomi dan dipersulit dalam aktivitas sehari-hari. Kelangkaan yang direkayasa ini telah menciptakan keresahan sosial yang luas.

 

DESAKAN KERAS: POLISI HARUS TURUN TANGAN!

 

Atas kondisi ini, warga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Parigi Moutong dan Polda Sulawesi Tengah untuk tidak tutup mata.

 

Warga meminta Tim Tipidter segera turun ke lapangan, melakukan sidak dan menyelidiki dugaan penyelewengan oleh oknum SPBU di Kasimbar dan Tinombo.

 

“Kami minta Kapolres bertindak tegas. Periksa CCTV SPBU, periksa buku penjualan, dan tangkap oknum yang bermain. Jangan biarkan rakyat kecil terus diperas. Jika dibiarkan, kami akan aksi besar-besaran,” tegas warga lainnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU di dua wilayah tersebut belum dapat dikonfirmasi. Pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi juga didesak untuk memberikan sanksi tegas, mulai dari teguran keras hingga pencabutan izin operasional jika terbukti melakukan pelanggaran penyaluran BBM subsidi.

(Acok Oncone Raya)