PENDIDIKAN

Didukung FK Unhas, Pemprov Gorontalo percepat penyelenggaraan RSPPU

10
×

Didukung FK Unhas, Pemprov Gorontalo percepat penyelenggaraan RSPPU

Sebarkan artikel ini

 

Gorontalo, 11/9  – Didukung Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo mempercepat penyelenggaraan Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) atau pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit di daerah itu.

Langkah tersebut diperkuat melalui audiensi Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa, dengan Fakultas Kedokteran (Unhas) selaku pengampu RSPPU.

Pertemuan berlangsung di ruang senat FK Unhas yang diterima Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni FK Unhas Rusdina Bte Ladju di Makassar, Kamis.

Anang mengatakan dalam audiensi, FK Unhas menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi percepatan pengembangan RSPPU di Gorontalo.

Dukungan itu mencakup penguatan aspek pendidikan, pemenuhan tenaga pendidik, sampai penyiapan kurikulum dan sarana prasarana yang diperlukan.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah percepatan pemenuhan tenaga pendidik klinis.

FK Unhas membuka peluang kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan rumah sakit penyelenggara melalui jalur afirmasi, sebagai salah satu strategi untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia pendidikan dokter spesialis.

Selain jalur afirmasi, pemenuhan dosen pendidik klinis dapat ditempuh dengan merekrut dokter sub spesialis dari daerah lain.

Mendorong dokter spesialis untuk melanjutkan pendidikan sub spesialis (Sp.2), maupun menempuh pendidikan doktoral (S3) Kedokteran bagi dokter spesialis (Sp.1).

Anang mengatakan dukungan FK Unhas memberikan arah yang lebih jelas bagi Gorontalo dalam mempersiapkan RSPPU, terutama karena kesiapan tenaga pendidik menjadi salah satu komponen penting dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit.

“Kami melihat dukungan FK Unhas ini sebagai langkah penting untuk mempercepat kesiapan RSPPU di Gorontalo,” katanya.

Pemenuhan tenaga pendidik klinis menjadi salah satu pekerjaan utama yang harus segera kami tuntaskan, sehingga berbagai opsi yang ditawarkan, termasuk jalur afirmasi, rekrutmen sub spesialis, maupun pengembangan kualifikasi tenaga yang sudah ada, akan harus ditindak lanjuti.

Hasil audiensi tersebut segera ditindaklanjuti dengan pembahasan yang lebih teknis bersama Ketua Program Studi (KPS), terkait kurikulum serta kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.

“Setelah pertemuan ini, kami akan menindaklanjuti bersama Ketua Program Studi agar kebutuhan kurikulum, sarana dan prasarana dapat dipetakan secara konkret,” kata Anang.

Dengan demikian, persiapan RSPPU tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar diarahkan pada pemenuhan standar pendidikan dan kesiapan rumah sakit sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan.

Percepatan persiapan RSPPU di Gorontalo diharapkan dapat memperkuat kapasitas rumah sakit daerah, sekaligus membuka akses pendidikan dokter spesialis yang lebih dekat bagi tenaga medis di Gorontalo.

(santi)