DAERAH

Armada Operasional Polres Sumba Barat Daya Alami Degradasi Fungsi Parah

206
×

Armada Operasional Polres Sumba Barat Daya Alami Degradasi Fungsi Parah

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, NTT – Akselerasi pelayanan dan penegakan hukum di wilayah hukum Polres Sumba Barat Daya (SBD) kini terancam terhambat. Sejumlah armada operasional, termasuk unit vital kendaraan pengendalian massa (Dalmas), dilaporkan mengalami kerusakan mekanis berat hingga mencapai tahap non-laik jalan.
​Kondisi ini menjadi ironi di tengah luasnya geografis Sumba Barat Daya yang menuntut mobilitas tinggi. Berikut adalah poin-poin krusial terkait kondisi sarana dan prasarana (Sarpras) di Polres SBD:
​Disparitas Armada dan Wilayah Hukum
​Saat ini, Polres SBD hanya memiliki satu unit mobil Dalmas yang sudah berusia dekadean. Secara teknis, terjadi ketimpangan (disparitas) antara jumlah armada dengan luas wilayah teritorial yang mencakup pelosok-pelosok desa dengan aksesibilitas yang sulit. Jarak tempuh dari pusat komando di Tambolaka menuju Polsek jajaran seringkali memakan waktu lama, yang diperparah dengan risiko malfungsi kendaraan di tengah jalan.
​Ancaman Terhadap Efektivitas Kinerja
​Kondisi kendaraan yang sering mogok berdampak langsung pada Standard Operating Procedure (SOP) kepolisian, terutama dalam:
​Mobilisasi Personel: Keterlambatan respons terhadap gangguan Kamtibmas.
​Logistik Barang Bukti: Risiko keamanan saat evakuasi barang bukti jika kendaraan mengalami kendala teknis di area rawan.
​Eskalasi Konflik: SBD dikenal memiliki indeks kerawanan konflik kriminal yang cukup dinamis, sehingga kebutuhan akan kendaraan taktis yang prima adalah harga mati.
​Desakan Masyarakat kepada Mabes Polri
​Tokoh masyarakat SBD secara tegas mendesak Kapolri dan Mabes Polri untuk melakukan revitalisasi Sarpras di ujung selatan Indonesia ini. Mereka menilai, efektivitas pengamanan tidak akan tercapai maksimal jika personel di lapangan tidak didukung oleh mobilitas taktis yang memadai.
​”Bagaimana polisi bisa bekerja cepat jika alat transportasinya sudah uzur? Kami meminta Kapolri memprioritaskan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi seperti Sumba Barat Daya ini,” ujar salah satu tokoh masyarakat kepada Media Swara Bayangkara(MSB) Robert