NASIONAL

Dari Limbah Menjadi Berkah, Rumah Kreatif Boek Khaman Tumbuhkan Harapan Baru di Desa Lubuk Raman

25
×

Dari Limbah Menjadi Berkah, Rumah Kreatif Boek Khaman Tumbuhkan Harapan Baru di Desa Lubuk Raman

Sebarkan artikel ini

MUARA ENIM, 10/07 (MSB) – Di sudut Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, suara ketukan alat anyaman bambu berpadu dengan goresan canting di atas kain batik. Aroma kunyit dan dedaunan yang dijadikan pewarna alami memenuhi ruangan sederhana bernama Rumah Kreatif Boek Khaman. Tempat ini bukan sekadar rumah produksi, melainkan ruang lahirnya harapan baru bagi masyarakat desa.

Melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Pertamina EP Limau Field yang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, warga yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap peluang usaha kini mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

Keberhasilan tersebut diperlihatkan dalam kegiatan Media Field Trip Rumah Kreatif Boek Khaman, Jumat (10/7/2026), yang diikuti peserta PLCLP, insan media untuk menyaksikan langsung dampak program pemberdayaan masyarakat.

Manager Releasion Zona 4 Pertamina, Alexander Frans A. Hukom, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.

Rumah Kreatif Boek Khaman yang mendapat pendampingan sejak 2023 kini telah memberdayakan sedikitnya 47 penerima manfaat melalui kelompok kerajinan batik, pengolahan pangan, dan kerajinan tangan. Bahkan, kelompok baru di bidang menjahit dan merajut mulai tumbuh sebagai bukti berkembangnya semangat kewirausahaan di desa.

“Kami bangga melihat program ini berkembang, bahkan manajemen PERTAMINA langsung berkunjung langsung untuk melihat keberhasilan Rumah Kreatif Boek Khaman sebagai contoh pembedayaan masyarakat yang berhasil,” katanya.

“Kami ingin masyarakat mampu berdiri di atas kekuatan dan potensi yang mereka miliki sendiri. Ketika masyarakat mandiri, maka program ini telah mencapai tujuan utamanya,” ujar Alexander.

Bagi Pemerintah Kecamatan Rambang Niru, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan masyarakat telah membawa perubahan yang nyata. Camat Rambang Niru, Deni Eka Saputra, menyebut Desa Lubuk Raman berhasil meraih Juara III Tingkat Nasional Pengembangan Desa Tahun 2025, sebuah capaian yang tidak lepas dari sinergi seluruh pihak.

Keunikan Rumah Kreatif Boek Khaman tidak hanya terletak pada ragam produknya. Batik khas desa dibuat menggunakan pewarna alami dari daun deduhuk, daun jati, daun matoa, hingga kunyit. Sementara bambu yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini diolah menjadi berbagai kerajinan seperti piring, toples, dompet, dan tempat tisu dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Komitmen terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam program ini. Limbah cair dari proses membatik tidak dibuang begitu saja, tetapi diolah melalui sistem penyaringan menggunakan arang aktif, akar wangi, pasir, kerikil, dan ijuk hingga air kembali jernih dan dapat dimanfaatkan kembali. Inovasi tersebut membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Pemilik Rumah Kreatif Boek Khaman, Etika Oktasari, mengatakan pendampingan dari Pertamina menjadi titik balik berkembangnya rumah kreatif yang dirintis sejak 2022.

“Bukan hanya keterampilan yang meningkat, tetapi juga kepercayaan diri masyarakat untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha,” ujarnya.

Selama kunjungan, peserta Media Field Trip melihat secara langsung proses membatik, pembuatan kerajinan bambu, pengolahan produk pangan, hingga berdialog dengan para anggota kelompok binaan yang kini mampu menghasilkan produk berkualitas.

Rumah Kreatif Boek Khaman menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan membangun kemampuan, membuka peluang, dan menciptakan masa depan yang lebih baik. Dari sebuah desa di Kabupaten Muara Enim, lahir inspirasi bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan.

Di balik setiap lembar kain batik dan setiap anyaman bambu, tersimpan kisah tentang semangat warga yang memilih bangkit, berinovasi, dan tumbuh bersama. Itulah makna sesungguhnya dari pembangunan yang berkelanjutan: ketika masyarakat menjadi pelaku utama perubahan di desanya sendiri.

(Amru)