Pekanbaru (MSB) 14/9/2026 — Lanud Roesmin Nurjadin terus memperkuat peran TNI Angkatan Udara dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau melalui operasi water bombing, patroli udara, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta sinergi bersama TNI-Polri dan instansi terkait, Senin (14/9/2026).
Di bawah koordinasi Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.Maritime.Pol., M.M.O.A.S., selaku Dansatgas Udara Karhutla Riau, kekuatan udara TNI AU terus dioptimalkan untuk mendukung percepatan penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Riau.
Berdasarkan laporan Satgas Udara Karhutla pada Minggu (13/9/2026), operasi water bombing melaksanakan 5 sorti dengan total 784.000 liter air yang dijatuhkan di Karya Tunas Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir, serta Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu.
Sementara itu, patroli udara melaksanakan 3 sorti dengan pemantauan sejumlah titik di wilayah Riau. Dari hasil pemantauan tersebut, 8 titik fire spot (FS) terkonfirmasi, dengan total luasan sekitar 44,3 hektare.
Untuk mendukung mitigasi Karhutla, OMC pada 13 September 2026 dilaksanakan sebanyak 2 sorti dengan menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 2.000 kilogram. Penyemaian dilakukan di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Dumai.
Secara akumulatif hingga 13 September 2026, Satgas Udara telah mencatat 449 sorti water bombing dengan total 65.082.000 liter air yang telah dijatuhkan. Pelaksanaan OMC mencapai 188 sorti dengan total bahan semai NaCl sebanyak 185.400 kilogram.
Penanganan Karhutla terus diperkuat melalui sinergi TNI-Polri bersama pemerintah daerah, BNPB/BPBD, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya guna memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan efektif.
Lanud Roesmin Nurjadin berkomitmen mengoptimalkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk mendukung penanganan Karhutla, mengendalikan kebakaran, serta mencegah meluasnya dampak asap di Provinsi Riau.***







