Jakarta (4/6). Dunia dengan segala dinamikanya beranjak dengan pasti menuju perubahan yang signifikan. Salah satu hal mencolok didalamnya adalah digitalisasi, yaitu era yang membawa berbagai perubahan dalam kehidupan umat manusia dalam segala bidang. Tentunya perubahan yang dimaksud perlu diantisipasi dengan bijak untuk dampak yang bisa memberi kerugian tersendiri; walaupun perubahan dalam era peradaban umat manusia tergolong maju dengan dampak positif didalamnya. Kesadaran untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai perubahan yang ada menjadi hal yang penting. Urgensinya terletak pada aspek mawas diri agar tidak terjerembap didalamnya.
Menyadari akan hal tersebut maka Gereja Kristus Petamburan bekerja sama dengan Universitas Kristen Indonesia (UKI) menyelenggarakan pembinaan bagi umat berkaitan dengan era digitalisasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Tgl. 2 Juni 2025 ini dikaitkan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), menampilkan pembicara Dr. Demsy Jura, dosen Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia.
Dalam pemaparannya, Jura menegaskan bahwa: “Umat harus beradaptasi dengan Era Digital.” Lebih lanjut dikatakannya bahwa digitalisasi dalam segala bidang tidak mungkin dihindari sebab hal itu justru banyak memberi manfaat. Namun dengan adanya beberapa hal yang berdampak buruk maka umat manusia harus mampu mencermatinya dengan bijaksana.
Pemimpin gereja setempat, Pdt. Dr. Amirrudin Zalukhu, M. Th., menyatakan bahwa tema digitalisasi dalam kegiatan pembinaan umat kali ini hendak menyadarkan umat akan adanya perubahan dalam segala bidang dan untuk hal tersebut maka setiap orang perlu mempersiapkan diri sehingga terbiasa dengan teknologi. Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan akan keberlangsungan gereja dalam era digital. Hal itu disampaikan ketika pembicara menyampaikan pokok pemikiran tentang digitalisasi agama; dimana sistem digital telah diterapkan oleh beberapa gereja; setidaknya sangat nyata ketika Covid-19.
Kala itu kebijakan pemerintah menerapkan pengawasan ketat atas interaksi personal dan gereja mendukung kebijakan tersebut dengan melaksanakan ibadah secara on-line. Untuk hal tersebut maka penggunaan teknologi melalui perangkat aplikasi dilakukan.
Dr. Jura mengingatkan bahwa keberlangsungan gereja terjamin dalam pernyataan Yesus Kristus: “…. Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” (Matius 16:18), namun dalam perjalanan sejarah, nyata bahwa gereja membutuhkan partisipasi aktif umat didalamnya. Untuk itulah maka setiap orang perlu memahami berbagai perubahan yang ada dalam era digital supaya mampu hidup beradaptasi didalamnya sehingga keberlangsungan gereja terjaga.
Beberapa orang yang hadir pada kegiatan ini menyaakan kepuasannya atas materi yang disampaikan karena menurut mereka hal itu mencerahkan.
(Roce Marsaulina).







