NASIONAL

Diduga Mengamuk di Woyo Bibil, Sadri Kobul Disebut Bawa Parang dan Rusak Fasilitas Fanten

119
×

Diduga Mengamuk di Woyo Bibil, Sadri Kobul Disebut Bawa Parang dan Rusak Fasilitas Fanten

Sebarkan artikel ini

HALMAHERA TENGAH, 30/08 (MSB) – Sejumlah warga Desa Woyo Bibil, Kecamatan Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah, mengaku resah setelah terjadi keributan yang diduga melibatkan Anggota DPRD Halmahera Tengah, Sadri Kobul, pada Sabtu (30/8/26) sekitar pukul 19.15 WIT.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, keributan bermula saat persiapan kegiatan Fanten dalam rangka menyambut Maulid Nabi. Warga menyebut terjadi perselisihan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut hingga situasi berubah menjadi ricuh.

“Kami panik karena situasinya tiba-tiba ricuh. Warga yang sedang menyiapkan Fanten berlarian menyelamatkan diri. Kami berharap aparat segera turun tangan supaya tidak ada lagi keributan di kampung,” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Warga mengklaim Sadri Kobul diduga membawa balok dan parang serta mengejar sejumlah warga di sekitar lokasi. Selain itu, ia disebut merusak tenda Fanten, meja yang telah disiapkan masyarakat, serta beberapa rumah milik simpatisan dan timnya sendiri.

Tidak hanya itu, sebuah mobil milik seorang warga bernama Burhan juga dilaporkan mengalami kerusakan setelah diduga dilempari batu hingga kaca kendaraan pecah. Kepala Desa disebut turut terdampak akibat keributan tersebut.

Menurut informasi yang dihimpun dari warga, Sadri Kobul sebelumnya sempat diamankan oleh personel Subsektor Patani Utara. Namun setelah keluar dari pengamanan, ia disebut kembali ke Desa Woyo Bibil sehingga keributan kembali terjadi.

“Yang membuat kami resah, setelah sempat diamankan kami dengar dia kembali lagi ke kampung dan keributan terjadi lagi. Sekarang warga takut kalau konflik ini berlanjut,” kata sumber lain yang juga meminta identitasnya dirahasiakan.

Usai kejadian, warga menyebut Sadri Kobul diduga menuju Weda bersama seorang warga Moriala yang dikenal dengan nama panggilan Mato Gondrong.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Halmahera Tengah maupun pihak Sadri Kobul terkait peristiwa tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan.(Wan)