DAERAH

Ditlantas Polda: Kecelakaan selama arus mudik Lebaran di Aceh menurun

69
×

Ditlantas Polda: Kecelakaan selama arus mudik Lebaran di Aceh menurun

Sebarkan artikel ini

 

Banda Aceh, 31/3  – Direktorat Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Aceh mencatat tingkat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah hanya 47 peristiwa, menurun dibandingkan lebaran tahun sebelumnya.

“Untuk kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang arus mudik ini mengalami penurunan, syukur alhamdulillah,” kata Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Deden Supriyatna Imhar dalam jumpa mudik Idul Fitri, di Banda Aceh, Senin.

Dirinya menyebutkan, pada mudik lebaran tahun ini jumlah kecelakaan lalu lintas itu sebanyak 47 kejadian. Sedangkan pada 2025 lalu, mencapai 73 peristiwa lakalantas.

Menurutnya, menurunnya lakalantas pada lebaran tahun ini juga karena adanya program-program mudik gratis dari berbagai unsur pemerintah, sehingga berdampak positif terhadap kelancaran arus lalu lintas.

Tanpa program gratis tersebut, masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik, yang berpotensi meningkatkan volume kendaraan di jalan dan memicu kemacetan.

Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut. Karena, seluruh armada bus atau angkutan umum lain yang digunakan telah melalui proses pemeriksaan kelayakan, termasuk kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi.

“Apresiasi kami Pemerintah Aceh, khususnya Dishub Aceh yang telah menyelenggarakan mudik gratis. Program ini sangat membantu mengurangi kepadatan arus lalu lintas,” ujarnya.

Namun, kata Deden, meski kecelakaan menurun, angka fatalitas atau korban jiwa justru meningkat. Di mana, pada lebaran 2025 sebanyak 15 orang yang meninggal dunia. Sedangkan tahun ini sebanyak 20 orang.

“Hal ini terjadi karena ada beberapa hal, yaitu adanya out of control (tidak terkendali), kecelakaan lalu lintas fatal yang diakibatkan kecepatan tinggi, kemudian tidak menggunakan helm,” ujarnya.

Deden menyebutkan, terdapat beberapa wilayah yang paling tinggi terjadinya kecelakaan lalu lintas, yakni Kota Banda Aceh, lalu Aceh Jaya, dan Aceh Timur. Bahkan, lokasi yang mungkin tidak disangka karena sepi seperti Aceh Tenggara, tahun ini juga ada dua korban meninggal dunia akibat lakalantas.

Dirinya menambahkan, tingkat kerawanan kecelakaan ini setiap tahunnya berbeda, seperti Kabupaten Aceh Timur, pada 2025 menjadi daerah paling rawan, tetapi hari ini berada di posisi ketiga setelah Banda Aceh dan Aceh Jaya.

“Petugas kami di lapangan sudah berupaya keras untuk menempati posisi-posisi yang dikategorikan sebagai black spot, lokasi-lokasi rawan terjadi kecelakaan lalu lintas,” demikian Kombes Pol Deden Supriyatna.

(Fajar)