swarabhayangkara.com – PROBOLINGGO– Kondisi infrastruktur jalan penghubung antar-kecamatan Banyuanyar-gending Kabupaten Probolinggo kian memprihatinkan. Minimnya perhatian dari pemerintah daerah setempat memicu gelombang kekecewaan mendalam dari warga, khususnya mereka yang bermukim di Desa Blado wetan Kecamatan Banyuanyar.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kondisi akses jalan tersebut sangat mengenaskan. Setiap pengendara yang melintas terpaksa harus ekstra hati-hati untuk menghindari kecelakaan.

Jalan di kawasan Desa Blado Wetan ini dipenuhi lubang berukuran dalam, aspal yang mengelupas total, serta hamparan batu tajam yang dinilai mengancam keselamatan para pengguna jalan.
Seorang warga setempat berinisial S (45) menyampaikan rasa kecewa yang mendalam terhadap lambatnya respons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam menangani fasilitas publik ini.”Kami sangat kecewa dengan kondisi jalan yang dibiarkan rusak seperti ini.
Aktivitas ekonomi dan mobilitas sehari-hari warga sangat terganggu. Kami meminta Pemkab segera turun tangan sebelum ada korban,” ujar S saat ditemui di lokasi, minggu (24/5/2026)
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra memberikan klarifikasi. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menjadwalkan agenda perbaikan pada tahun anggaran ini.Menurut Kepala DPUPR, proyek penanganan jalan tersebut saat ini sedang dalam tahap persiapan proses e-katalog.
“Pemerintah telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp1,7 miliar untuk perbaikan jalan koridor tersebut”tandasnya
Selain penanganan utama, DPUPR juga memastikan akan melaksanakan paket pengerjaan ruas Maron wetan-Brani Kulon secara bertahap guna memaksimalkan kualitas jalan penghubung antar-kecamatan tersebut.
(Dhofir/an)







