NASIONAL

Kemenag Gelar Sakinah Fun Walk dan Luncurkan Kampanye Gas Pencatatan Nikah

401
×

Kemenag Gelar Sakinah Fun Walk dan Luncurkan Kampanye Gas Pencatatan Nikah

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara. com— Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar kegiatan Sakinah Fun Walk dan peluncuran kampanye Gerakan Sadar Pencatatan Nikah (Gas Pencatatan Nikah) pada Minggu, 6 Juli 2025, di Jakarta. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian program Peaceful Muharam 1447 H yang telah berlangsung sejak 22 Juni 2025.

Sakinah Fun Walk akan diadakan di kawasan Car Free Day Jakarta, menempuh rute sejauh 2,5 kilometer, dimulai dari Kantor Kemenag RI di Jalan Thamrin, melewati Bundaran Patung Kuda Monas, Perempatan Sarinah, dan kembali ke titik awal. Waktu tempuh diperkirakan sekitar 30 menit.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Peserta cukup hadir langsung di lokasi acara tanpa perlu melakukan pendaftaran sebelumnya.

“Kegiatan ini gratis. Masyarakat cukup hadir langsung di lokasi acara pada hari pelaksanaan. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna. Peserta bisa membawa pulang wawasan baru tentang pentingnya pencatatan nikah, sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah umrah dan sepeda,” ujar Abu Rokhmad kepada wartawan, Kamis (3/7/2025).

Kemenag menyiapkan beragam doorprize menarik, seperti paket umrah, sepeda, serta suvenir eksklusif. Hadiah akan dibagikan di akhir acara sebagai bentuk apresiasi kepada peserta.

Acara ini menargetkan kehadiran sekitar 1.000 partisipan dari berbagai kalangan, termasuk generasi muda (Gen Z) dan masyarakat umum. Selain kegiatan jalan santai, peserta juga akan disuguhkan hiburan unik dari grup musik Recycle Percussion, yang menggunakan alat musik berbahan dasar daur ulang seperti ember, tong sampah, dan panci.

Peluncuran Gas Pencatatan Nikah menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini. Kampanye ini bertujuan untuk mengajak generasi muda lebih sadar akan pentingnya pencatatan pernikahan, serta menepis stigma negatif terhadap pernikahan yang kerap muncul di media sosial, seperti tagar #marriageisscary, #childfree, dan #livingtogetherbeforemarriage.

Sebagai bagian dari edukasi publik, acara juga menghadirkan sesi deep talk bersama penceramah Habib Ja’far, yang akan menyampaikan pandangan tentang makna pernikahan dalam perspektif spiritual dan sosial dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami.

“Kami melihat adanya kecenderungan generasi muda yang menghindari pernikahan atau memilih hidup bersama tanpa ikatan sah. Ini menjadi perhatian kami. Kampanye ini hadir untuk mengedukasi dengan pendekatan positif dan membangun,” jelas Abu Rokhmad.

Kemenag berharap melalui kegiatan ini, masyarakat—khususnya generasi muda—dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pernikahan yang sah dan tercatat, demi mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.

NMC