DAERAH

Pemerintah Pesta Festival: Ironi Jalan Rusak di Banyuanyar Probolinggo Jadi Sorotan

19
×

Pemerintah Pesta Festival: Ironi Jalan Rusak di Banyuanyar Probolinggo Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

MSB PROBOLINGGO – Kontras tajam tersaji di Kabupaten Probolinggo. Di tengah jeritan warga Kecamatan Banyuanyar yang harus bertaruh nyawa melintasi jalanan rusak parah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo justru gencar menggelar berbagai festival dan seremoni mewah.

Kesenjangan prioritas ini memicu kritik pedas dari masyarakat yang merasa dianaktirikan oleh kebijakan anggaran daerah.Pantauan di lapangan pada Selasa (5/5/2026) menunjukkan kondisi infrastruktur di jalur utama Banyuanyar kian memprihatinkan.

Lubang-lubang sedalam 20 hingga 30 sentimeter menganga lebar, mengubah akses penghubung antar-desa tersebut layaknya kubangan dan jalur “off-road” yang berbahaya.

Bagi warga setempat, jalan rusak bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan beban ekonomi yang kian menghimpit. Saiful (43), salah seorang warga, mengungkapkan kepedihannya atas kondisi yang tak kunjung mendapat sentuhan perbaikan tersebut.

“Kami sudah susah payah menghadapi harga bahan pokok yang terus naik, sekarang ditambah jalan rusak. Motor sering rusak, ongkos angkut hasil tani jadi bengkak. Ke mana pemerintah? Seolah-olah kami ini bukan bagian dari mereka,” keluh Saiful dengan nada getir.

Ironi semakin terasa saat publik menyoroti daftar kegiatan pemerintah daerah. Alokasi anggaran dinilai lebih banyak terserap untuk penyelenggaraan event hiburan, festival budaya, hingga kegiatan hobi seperti “ngetril” bersama, yang dianggap hanya menjadi

“panggung citra” bagi para pejabat.Kritik tajam pun berdatangan.Langkah Pemkab Probolinggo yang lebih memprioritaskan kegiatan seremonial ketimbang infrastruktur dasar dianggap sebagai bentuk ketidakpekaan sosial.

“Ini soal skala prioritas. Festival mungkin penting untuk pariwisata, tapi rasa peduli pemerintah dipertanyakan jika rakyatnya setiap hari harus berjibaku dengan jalan rusak yang mengancam keselamatan. Perut rakyat dan akses jalan jauh lebih mendesak daripada kembang api atau panggung musik,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah konkret maupun pernyataan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat terkait rencana perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Banyuanyar.

Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan singkat WhatsApp kepada Bupati Probolinggo Mohammad Haris, tidak mendapatkan respons sedikit pun.Kini, warga hanya bisa berharap kemilau lampu festival tidak membutakan mata pemerintah terhadap gelapnya penderitaan rakyat di pelosok kecamatan.

Penulis:(Dhofir/an)