DAERAH

Pemkab Puncak ultimatum dua kubu bertikai di Kwamki Narama berdamai

168
×

Pemkab Puncak ultimatum dua kubu bertikai di Kwamki Narama berdamai

Sebarkan artikel ini

 

Timika, 06/1  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak, Papua Tengah, mengultimatum dua kubu yang bertikai di Distrik Kwamki Narama, Mimika agar menghentikan aksi saling serang dan segera berdamai.

“Konflik antarkelompok masyarakat yang terjadi di Kwamki Narama harus segera diakhiri dan segera upaya perdamaian yang akan difasilitasi pemerintah daerah dan para tokoh. Itu arahan dari pimpinan kami untuk lakukan perdamaian,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni saat menemui keluarga almarhum Jori Murib di Kwamki Narama, Selasa.

Pemkab Puncak, katanya, terus mengupayakan dan mendorong dua kubu yang bertikai, yaitu kubu Dang dan kubu Newegalen yang sama-sama berasal dari Kabupaten Puncak untuk segera berdamai.

Pada Selasa petang, Pemkab Puncak bersama para tokoh dan keluarga korban memfasilitasi prosesi pembakaran (kremasi) jenazah Jori Murib secara adat di Kwamki Narama.

Nenu mengingatkan agar setelah jenazah korban ke-10 selama konflik di Kwamki Narama itu selesai prosesi pembakaran (kremasi) maka tidak boleh ada lagi pertikaian antara kedua kubu.

“Konflik ini telah menelan 10 korban jiwa dari kedua belah pihak, ditambah satu korban adik perempuan kemarin, sehingga totalnya ada 11 korban. Keluarga dan pemerintah sudah sepakat dengan adanya pembakaran jenazah Jori ini maka konflik ini selesai. Jangan lagi ada pertikaian, mari kita semua hidup berdamai, apalagi kita semua masih satu keluarga,” pinta Nenu.

Sejak konflik antara kubu Dang dan kubu Newegalen pecah di Kwamki Narama, Timika pada Oktober 2025, kata Nenu, Pemkab Puncak bersama Pemkab Mimika dan aparat TNI-Polri terus bekerja keras untuk mengajak semua pihak menghentikan aksi saling serang alias berdamai.

Namun semua upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan aparat keamanan tidak diindahkan oleh warga kedua kubu, sehingga korban jiwa maupun luka-luka terus berjatuhan.

Nenu mengingatkan jika masih terjadi pertikaian lanjutan maka semua oknum kepala perang (waemum) beserta massa pendukungnya akan ditangkap dan diproses hukum dengan ancaman hukum seberat-beratnya.

Almarhum Jori Murib tewas dengan kondisi tubuh tertancap puluhan anak panah pada Minggu (4/1) di Kwamki Narama.

Massa sempat menyerang Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal dan Pj Sekda Puncak Nenu Tambuni bersama rombongan dengan senjata tradisional yaitu anak panah saat datang ke Kwamki Narama untuk menghadiri prosesi pembakaran jenazah Jori Murib pada Selasa siang.

Melihat itu, para personel Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah bersama Polres Mimika langsung memberikan perlindungan kepada rombongan para pejabat Pemkab Puncak.

Tidak lama setelah itu, aparat melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga Kwamki Narama serta menyita alat tajam yang digunakan untuk bertikai seperti busur dan anak panah.

Aparat bahkan melakukan penyisiran ke kebun-kebun di belakang rumah warga Kwamki Narama yang dijadikan tempat persembunyian pelaku konflik.

(alex)