IBU KOTA

Pemkot Jaksel minta jajaran tertibkan spanduk dan PKL jelang HUT RI

5
×

Pemkot Jaksel minta jajaran tertibkan spanduk dan PKL jelang HUT RI

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, 10/8 – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) meminta jajaran kecamatan hingga RW menerbitkan spanduk dan PKL yang mengganggu estetika lingkungan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI.

“Saya minta ini harus dijalankan dengan baik, koordinasi lintas sektor dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman. Semoga kita semua dapat mewujudkannya dengan segera,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo di Jakarta, Senin.

Syafrin memberikan arahan kepada jajaran tingkat kecamatan hingga RW untuk segera menertibkan spanduk yang mengganggu estetika lingkungan, baik di jalan arteri, protokol, maupun jalan lingkungan.

Selain penertiban alat peraga, lanjut Syafrin, keberadaan mural di fasilitas umum juga akan dibenahi. Nantinya. konsepnya akan dipadukan dengan tema lima abad Jakarta pada titik-titik strategis dan taman kota untuk mempercantik wajah wilayah Pancoran.

“Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut HUT RI sekaligus menjelang peringatan lima abad Kota Jakarta,” katanya.

 

Sementara itu, Camat Pancoran, Iqbal Idham Ramid menjelaskan pihaknya sudah melakukan penanganan sekitar 180 Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar di kawasan Kalibata City.

Selama beroperasi mulai pukul 18.00-24.00 WIB, mereka memicu kekumuhan dan penumpukan sampah.

“Kami telah berkoordinasi dengan tingkat provinsi serta menyiagakan barrier sepanjang 178 meter di lokasi. Pengawasan ketat terus dilakukan guna mengantisipasi oknum yang berupaya memanfaatkan celah untuk kembali berjualan secara ilegal,” katanya.

Terkait permasalahan sampah, khususnya pembuangan sampah liar yang marak di wilayah Kecamatan Pancoran, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan pembersihan cepat di titik-titik rawan.

“Kami juga gencar melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sampah di lokasi rawan. Semoga dengan upaya-upaya yang kami lakukan, permasalahan sampah ini akan cepat selesai,” ucapnya.

(dinda)