DAERAH

Pemprov Sulut sidak pangkalan usai kelangkaan elpiji tiga kilogram

111
×

Pemprov Sulut sidak pangkalan usai kelangkaan elpiji tiga kilogram

Sebarkan artikel ini

 

Manado, 31/3 – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan sidak ke beberapa agen dan pangkalan usai terjadinya kelangkaan elpiji tiga kilogram.

“Hari ini kami melakukan sidak langsung di beberapa agen dan pangkalan gas bersubsidi. Dan kami menemukan adanya permainan harga jual oleh pangkalan gas ke masyarakat. Yang harusnya dijual sesuai harga eceran tertinggi yakni Rp 18.000, ternyata dijual dengan harga Rp 20.000 per tabung,” kata Asisten Bidang Ekonomi Setdaprov Sulut, Jemmy Ringkuangan di Manado, Senin.

Saat melakukan sidak, Ringkuangan yang didampingi Plt Kadis Perdagangan Sulut, Jhon Merentek dan Karo Ekonomi Setdaprov Sulut, Reza W Dotulong, juga menemukan bukti pendistribusian tabung gas bersubsidi yang bermasalah.

Salah satunya adalah, penyaluran tabung gas ke pangkalan yang ternyata tidak terdaftar yang diduga terjadi dupikasi nama dan data pangkalan.

“Pada pendistribusian tabung gas, kami menemukan adanya distribusi yang tidak tetap sasaran, atau mandek. Bahkan, ada penyaluran tabung gas bersubsidi ini ke pangkalan yang tidak terdaftar,” ujarnya.

Menurut Ringkuangan, dari sisi kuota ketersediaan tabung gas bersubsidi tersebut tidak ada masalah, akan tetapi terjadi kelangkaan.

“Nah, ini yang akan kami segera tidak lanjuti bersama pihak terkait,” katanya.

Ringkuangan menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan kegiatan sidak ini secara berkala dan masif untuk memperoleh data permasalahan yang benar-benar terjadi di lapangan.

“Temuan-temuan persoalan ini akan kami segera tindaklanjuti dengan berkoordinasi bersama pihak terkait, untuk pemberian sanksi. Apakah itu, sanksi bersifat teguran, sampai dengan pencabutan kuota dan izin di tingkat agen dan pangkalan,” kata Ringkuangan.

(Karter)