NASIONAL

Pengabdian kepada Masyarakat: Prodi PAK UKI  ke GKJ Selokaton Solo jawa Tengah

224
×

Pengabdian kepada Masyarakat: Prodi PAK UKI  ke GKJ Selokaton Solo jawa Tengah

Sebarkan artikel ini

 

Solo, 21/3 (MSB) – GKJ Selokaton, Jawa Tengah adalah salah satu gereja lokal di bawah sinode Gereja Kristen Jawa. Gereja ini membutuhkan pembinaan tentang motivasi dan panggilan menjadi pelayan Tuhan dalam kehidupan seorang Kristen.

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan melalui kerja sama Program Studi Pendidikan Agama Kristen UKI dan GKJ Selokaton, Jawa Tengah. Dalam hal ini, Program Studi Pendidikan Agama Kristen menugaskan dua dosen dan dua mahasiswa untuk melakukan kegiatan pembinaan sesuai dengan pergumulan.

Adapun kegiatan pelatihan ini antara lain  memberikan pengetahuan teoritis, dialogis, dan reflektif  tentang panggilan dan motivasi melayani.

Hal ini dibawakan oleh 2( dua) narasumber dengan materi masing-masing yaitu Motivasi Melayani dari perspektif Theologis dan aplikatif oleh Pdt Dra Esther Rela Intarti M.Th serta arti sebuah panggilan dalam diri seseorang dari perspektif Teologis dan aplikatif oleh Pdt DR Stepanus Daniel M.Th .

Kegiatan  ini dilaksanakan secara Onsite pada hari Jumat, 28 Juni 2024 pukul 18.00-21.00 WIB dan dihadiri sekitar 200 Orang. Peserta tidak hanya anggota jemaat yang tertarik akan materi ini,  tetapi juga mengundang utusan klasis  dari beberapa gereja dilingkungan Klasis Surakarta.

 

Dari kegiatan ini nampak para peserta cukup aktif untuk berdialog dalam sesie tanya jawab pada sesie Motivasi Melayani, diantaranya yang menjadi pertanyaan dan refleksi adalah: mengenai kebenaran motivasi mengikuti pelayanan digereja , karena rata-rata dari jemaat mengikuti pelayanan dengan latar belakang motivasi ditunjuk gereja, mengisi waktu luang, ajakan temen-temen kegiatan di lingkungan dan merasa kurang enak apabila menolak saat ditunjuk “ewuh pekewuh” kepada Pdt atau Majelis..

Namun demikian  mereka akan sangat sulit dan menolak seringkali untuk ditunjuk pada pelayanan yang formal di Kemajelisan, komisi , bebadan. Mereka lebih merasa sreg kalau melayanan di kegiatan atau kepanitiaan bulan-bulan liturgi gerejawi atau kondisi tertentu. Hal ini dijelaskan oleh beberapa penanya  dengan alasan karena kegiatan itu tidak lama masanya sesuai dengan moment acara yang dilaksanakan dari pra kegiatan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatan.

Tidak seperti anggota Majelis, pengurus Komisi dan Bebadan ada waktu pelayanan yang harus diselesaikan cukup lama sesuai SK yang ada.

Dari permasalahan yang melatarbelakangi motivasi inilah sehingga membuat Gereja merasa kesulitan dalam melakukan penjaringan Bakal Calon Majelis atau pengurus gereja yang terstruktur.

Demikian pula tidak kalah serunya dari sesie Panggilan Pelayanan , cukup banyak yang bertanya mengenai kebenaran akan arti panggilan tersebut, diantaranya ada yang bertanya bagaimana tanda-tanda seseorang merasa kegiatan digereja yang dilakukan tersebut sebuah panggilan dari Tuhan, bagaimana Tuhan menyatakan panggilan tersebut, dan bagaimana aplikatif dari kegiatan yang dilakukan itu benar-benar sebuah panggilan, serta bagaimana  ditunjukan dalam sikap dan perilaku karena mereka masih sangsi akan panggilan yang ada  dalam diri mereka.

Pertanyaan-pertanyaan dari para peserta  kegiatan ini menjadi sebuat pekerjaan yang harus dijawab dan tindak lanjuti oleh Gereja dalam sebuah kegiatan-kegiatan dalam bentuk pembinaan dan dialogis yang perlu lebih dalam lagi.

Kegiatan PkM yang dilakukan ini menjadi sebuah awal yang baik untuk memberikan landasan yang kuat dalam diri seseorang mengerjakan pekerjaan Tuhan dalam kerinduan akan motivasi dan panggilan dari Tuhan untuk menjadi saksi-Nya dan kemuliaan Tuhan. (Roce)