DAERAH

Peredaran Narkoba di Desa Tada Silutung Diduga Masih Berjalan, Sosok “Bunda” / Mama Arjun Jadi Sorotan Warga

32
×

Peredaran Narkoba di Desa Tada Silutung Diduga Masih Berjalan, Sosok “Bunda” / Mama Arjun Jadi Sorotan Warga

Sebarkan artikel ini

 

Parigi Moutong, 05/05 — Aktivitas peredaran narkoba di Desa Tada Silutung, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, kembali menjadi perhatian masyarakat. Berdasarkan penelusuran yang dilakukan awak media, seorang perempuan yang dikenal dengan sapaan “Bunda” diduga masih mengendalikan jaringan peredaran barang terlarang di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, praktik ini telah berlangsung kurang lebih selama tiga tahun terakhir. Meski sebelumnya dua anak kandungnya, Arjun dan Aril, telah diamankan oleh penyidik Polres Parigi Moutong, aktivitas tersebut diduga tidak berhenti.

Justru, setelah penangkapan tersebut, “Bunda” disebut-sebut mengambil alih langsung operasional, bekerja sama dengan menantunya yang juga berdomisili di desa yang sama. Keduanya diduga menjalankan distribusi secara terstruktur, mulai dari penerimaan barang hingga penjualan kepada pengguna.

Awak media juga memperoleh keterangan bahwa pasokan narkoba diduga berasal dari wilayah Kelurahan Kayumalue, Kota Palu. Barang tersebut kemudian masuk ke desa melalui jalur yang dikelola oleh jaringan internal keluarga tersebut, sehingga dinilai cukup rapi dan sulit terdeteksi.

Warga setempat mengungkapkan keresahan mereka terhadap situasi ini. Alih-alih meredup pasca penangkapan sebelumnya, aktivitas tersebut justru dinilai semakin terbuka.

“Kami kira setelah penangkapan kemarin, semuanya akan berhenti. Tapi sekarang justru terlihat makin berani. Transaksi bahkan dilakukan di tempat umum,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (05/05/2026).

Menurut warga, dugaan peredaran ini telah memberikan dampak serius, khususnya bagi generasi muda. Sejumlah pemuda dilaporkan mulai terjerat penyalahgunaan narkoba, yang berujung pada putus sekolah, kehilangan pekerjaan, hingga terlibat dalam tindak kriminal lainnya.

Kondisi ini memunculkan harapan besar dari masyarakat agar aparat penegak hukum segera melakukan langkah tegas dan menyeluruh. Warga menilai, jika tidak segera ditindak, peredaran narkoba di wilayah tersebut berpotensi semakin meluas dan merusak tatanan sosial di desa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan aktivitas yang disebutkan oleh warga tersebut. (Tim)