PRABUMULIH, 09/07 (MSB) – PERTAMINA Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mengajak media untuk memperkuat literasi digital melalui Workshop Mobile Journalism dan Bijak Bermedia Sosial. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Patraria PERTAMINA Prabumulih, Kamis (9/7/2026) ini membahas seputar pemanfaatan media social untuk produksi dan distribusi berita termasuk aspek hukum.
Dalam kegiatan yang merupakan rangkaian dari pelatihan PERTAMINA Local Community Leader Program (PLCLP) 2026 ini, hadir dua orang narasumber yaitu Creative Editor Ngewarta Kumparan, Andre Josua Simanjuntak dan Pegiat Media Sosial sekaligus Founder Palembanginfo, Ridwan Edo.
Dalam pemaparannya, Josua Simanjuntak menjelaskan bahwa setiap konten yang dipublikasikan harus memiliki nilai berita. Ia mengulas beberapa unsur penting seperti proximity (kedekatan), uniqueness (keunikan), magnitude (besarnya dampak), significance (kepentingan), dan prominence (ketokohan), sebagai dasar untuk menentukan apakah sebuah peristiwa layak menjadi berita atau konten yang menarik.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun konten organik, yaitu konten yang dibuat secara alami, autentik, dan mampu menarik perhatian audiens tanpa bergantung pada promosi berbayar.
Menurut Josua, konten yang jujur, informatif, dan relevan akan lebih mudah dipercaya serta memiliki jangkauan yang lebih luas.
Pada sesi diskusi, Josua turut membagikan berbagai tips dalam mengumpulkan ide konten. Ia mengajak peserta untuk peka terhadap peristiwa di sekitar, mengikuti isu yang sedang berkembang, memanfaatkan pengalaman sehari-hari, serta melakukan riset sederhana agar konten yang dihasilkan tetap akurat, menarik, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Workshop berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan seputar teknik membuat konten, pemanfaatan telepon genggam untuk peliputan, hingga etika bermedia sosial menjadi bagian dari diskusi yang memperkaya wawasan peserta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu menghasilkan konten yang kreatif, informatif, serta berperan aktif dalam menciptakan ekosistem media sosial yang sehat dan bebas dari penyebaran informasi yang menyesatkan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Untuk peserta dihadiri siswa pelatihan PLCLP dari perwakilan media dan pegiat media sosial yaitu para Kreator. (Amru)







