POLRI

Polda Sumsel salurkan 135,5 ton beras ke 20.325 warga jelang Lebaran

287
×

Polda Sumsel salurkan 135,5 ton beras ke 20.325 warga jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini

 

Palembang, 13/3  – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menyalurkan sekitar 135,5 ton beras kepada 20.325 warga melalui Gerakan Pangan Murah Polri digelar serentak di 47 tempat di provinsi tersebut menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho saat kegiatan itu di Palembang, Jumat, mengatakan gerakan tersebut hasil kerja sama antara Polda Sumsel, Perum Bulog, serta pemerintah daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia menjelaskan ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga, keterjangkauan harga bahan pokok menjelang Idul Fitri menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Pada pelaksanaan tahun 2026, Polda Sumsel menyalurkan beras melalui 47 titik distribusi yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota,” katanya.

Pada lokasi pemusatan Gudang Bulog Sukamaju Palembang, Perum Bulog menyediakan sekitar 10 ton beras yang dikemas dalam ribuan paket untuk masyarakat. Setiap pembelian beras juga disertai bonus bahan kebutuhan rumah tangga, seperti minyak goreng, gula, atau kecap sebagai bentuk dukungan tambahan bagi masyarakat.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Mersi Windrayani mengatakan Gudang Bulog Sukamaju memiliki kapasitas penyimpanan hingga sekitar 21.000 ton beras. Saat ini, stok beras yang tersedia sekitar 16.000 ton serta minyak goreng 259.560 liter.

Selain itu, Bulog menjalankan penugasan dari Badan Pangan Nasional untuk menyalurkan bantuan pangan kepada 968.499 penerima manfaat di Sumatera Selatan dengan total alokasi 19.369 ton beras pada periode Februari hingga Maret 2026.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi langkah Polri yang dinilai membantu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah secara serentak mampu menekan potensi lonjakan harga sekaligus mencegah kepanikan masyarakat dalam membeli bahan pokok.

“Kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan Bulog sangat penting dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran,” kata dia.

(tendri)