Sergai, 2/6 (MSB) – Polres Serdang Bedagai (Sergai) menggelar patroli besar-besaran pada Sabtu malam, 31 Mei 2025.
Patroli yang diberi label Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) itu menyasar potensi kejahatan jalanan dan balap liar di sejumlah wilayah hukum.
Sedikitnya 13 orang diamankan di Kecamatan Teluk Mengkudu, sebagian besar remaja, berikut 15 sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balapan liar.
Kepala Polres Sergai, AKBP Jhon Sitepu, SIK, MH, memerintahkan seluruh Kapolsek jajaran untuk turun langsung memimpin patroli. Tiga wilayah prioritas—Teluk Mengkudu, Firdaus, dan Tanjung Beringin—disebut rawan aksi geng motor, tawuran, hingga balap liar.
“Informasi yang kami terima, malam itu akan ada aksi tawuran dan geng motor yang berpotensi mengganggu situasi kamtibmas,” ujar Plt. Kasi Humas Polres Sergai, IPTU L. B. Manullang, di Mapolres Sergai, Minggu, 1 Juni 2025.
Operasi dimulai dengan apel kesiapan di masing-masing Polsek. Di Teluk Mengkudu, aparat mengamankan sembilan remaja di area sekitar Indomaret Dusun Darul Aman, Desa Sei Buluh. Empat lainnya ditangkap di Simpang Dusun IV, Desa Mata Pao.
Usia para pelaku berkisar antara 14 hingga 28 tahun. Beberapa masih berstatus pelajar, sementara lainnya merupakan pekerja informal.
Bersama mereka, polisi menyita 15 sepeda motor dari tiga lokasi berbeda. Beberapa kendaraan tak memiliki plat nomor dan menggunakan knalpot brong yang dilarang.
Motor-motor yang disita antara lain Honda Beat, Vario, Supra X 125, hingga Yamaha NMAX dan Jupiter. Tak sedikit yang sudah dimodifikasi hingga tak lagi laik jalan. “Kendaraan ini jelas digunakan bukan untuk keperluan harian,” kata IPTU Manullang.
KRYD malam itu merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.
Aksi premanisme, peredaran narkoba, hingga pencurian kendaraan bermotor juga menjadi target patroli.
“Kami menyisir tempat keramaian dan lokasi sepi. Memberikan imbauan kepada kelompok remaja yang nongkrong untuk segera membubarkan diri,” ujar IPTU Manullang.
(Sahat M Sinaga)







