swarabhayangkara.com, Jakarta — SMESCO Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pemasaran UMKM nasional melalui penyelenggaraan Meet The Market: Road to Inabuyer 2026.
Forum business matching terkurasi ini dirancang untuk mempertemukan UMKM unggulan dengan buyer besar, baik dari pasar domestik maupun internasional.
Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Februari 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, diikuti lebih dari 250 UMKM terpilih dari berbagai daerah. Sedikitnya 500 SKU produk dipamerkan dalam lima kategori utama: Food & Beverage, Fashion, Craft, Agriculture, serta Health & Wellness.
Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menegaskan bahwa Meet The Market bukan sekadar ajang pameran, melainkan platform transaksi konkret.
“UMKM Indonesia memiliki kualitas produk yang semakin kompetitif, namun masih membutuhkan akses langsung ke buyer besar dan pasar global. Melalui Meet The Market, SMESCO memfasilitasi pertemuan bisnis yang terstruktur dan tepat sasaran antara UMKM dengan mitra potensial,” ujarnya.
Skema Business Matching Terjadwal
Dalam pelaksanaannya, SMESCO menerapkan sistem business matching terjadwal dengan mekanisme rotasi pertemuan setiap 10–15 menit. Skema ini memastikan setiap UMKM mendapatkan kesempatan bertemu buyer sesuai kategori produk dan kebutuhan pasar.
Puluhan buyer dari sektor ritel modern, perhotelan, farmasi, distributor, hingga jaringan perdagangan nasional turut ambil bagian. Tak hanya itu, forum ini juga menghadirkan introductory meeting dengan sejumlah Kedutaan Besar Negara Sahabat sebagai pintu awal pembukaan akses pasar ekspor.
Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari rangkaian Road to INABUYER B2B2G EXPO.
“Program ini menjadi ruang pembinaan sekaligus kurasi awal bagi UMKM untuk masuk ke pasar ritel modern. Pelaku usaha dapat memahami standar kualitas, kapasitas produksi, hingga tata kelola yang dibutuhkan agar siap bermitra secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Dorong Integrasi UMKM ke Rantai Pasok Nasional
Dukungan pemerintah disampaikan Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Republik Indonesia, Temmy Satya Permana, saat membuka acara.
“Meet The Market menjadi ruang temu strategis untuk memperluas akses pasar, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan promosi dan branding produk UMKM. Kami berharap semakin banyak UMKM masuk ke rantai pasok ritel modern dan terhubung dengan pasar yang lebih luas, baik nasional maupun global,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, asosiasi ritel, dan pelaku usaha menjadi kunci memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus mendorong UMKM naik kelas dan terintegrasi dalam rantai nilai industri.
Menuju Inabuyer 2026
Selain mempromosikan produk, UMKM peserta juga memperoleh pemahaman langsung mengenai standar kualitas, kapasitas produksi, keberlanjutan pasokan, hingga preferensi pasar ritel modern. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan UMKM dalam menjalin kontrak dagang jangka panjang.
Meet The Market menjadi bagian dari rangkaian Road to Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang ditargetkan mendorong peningkatan volume transaksi, memperluas jejaring bisnis, serta memperkuat daya saing UMKM Indonesia di tingkat nasional dan global.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan SMESCO, HIPPINDO, para buyer, mitra strategis, serta pelaku UMKM dari berbagai daerah. Kehadiran lintas pemangku kepentingan tersebut menegaskan komitmen kolektif dalam membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM Indonesia.







