DAERAH

Tambang Emas Ilegal di Desa Tabolobolo Diduga Kian Merajalela, Warga Tuduh Lingkungan Rusak hingga Picu Banjir

20
×

Tambang Emas Ilegal di Desa Tabolobolo Diduga Kian Merajalela, Warga Tuduh Lingkungan Rusak hingga Picu Banjir

Sebarkan artikel ini

 

Parigi Moutong, Sulteng (21/06)  — Aktivitas pertambangan emas ilegal di Desa Tabolobolo, Kecamatan Ongka Malino, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan.

Kegiatan yang diduga berlangsung tanpa izin tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena berdampak terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan warga sekitar.

Masyarakat mengungkapkan keresahan akibat perubahan kondisi alam yang diduga dipengaruhi oleh aktivitas tambang ilegal.

Kerusakan lingkungan dan terganggunya aliran air sungai disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah ancaman banjir di wilayah tersebut.

Dampak dari kondisi itu dirasakan langsung oleh warga Dusun 5 Kaduwe, Desa Tabolobolo, yang mengalami musibah banjir pada Minggu lalu.

Sejumlah rumah warga terdampak akibat luapan air yang masuk ke permukiman, menyebabkan masyarakat harus menghadapi kerugian dan kesulitan akibat bencana tersebut.

Warga menilai kejadian banjir tersebut menjadi peringatan serius bahwa aktivitas tambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, khususnya Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah bersama Dinas Lingkungan Hidup, segera turun tangan melakukan pemeriksaan dan mengambil langkah tegas terhadap dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin tersebut.

Warga juga mempertanyakan pengawasan pemerintah desa setempat.

Kepala Desa Tabolobolo diminta memberikan penjelasan terkait keberadaan aktivitas tambang yang diduga terus berjalan hingga menimbulkan dampak bagi masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Kalau aktivitas ini dibiarkan, kerusakan lingkungan bisa semakin parah dan bencana yang lebih besar bisa terjadi,” ujar salah seorang warga.

Hingga kini masyarakat berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah dan aparat terkait untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal serta melakukan pemulihan terhadap lingkungan yang terdampak.

Warga menegaskan, keselamatan masyarakat dan kelestarian alam harus menjadi prioritas, bukan kepentingan segelintir pihak yang mengambil keuntungan dari aktivitas tambang yang diduga melanggar aturan.

(tim parimo)