Pandeglang, 09/9 – Tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri kembali melakukan proses pencarian serta penyelamatan terhadap perahu cepat (speedboat) yang mengangkut rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto di Pandeglang, Rabu, mengatakan bahwa dalam operasi kemanusiaan pada hari kedua ini Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan.
“Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile,” katanya.
Riski mengungkapkan saat ini pihaknya akan fokus melakukan perluasan pencarian berdasarkan analisis data digital, dimana dalam operasi ini dikerahkan total enam unit kapal yang dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan peran strategis masing-masing.
“Pertama kita menggunakan KN SAR Tual K dengan area pencarian seluas 68,3 nautical mile. Kemudian, ada kapal KAL Anyer milik Lanal Banten dengan jangkauan 69,5 nautical mile,” tuturnya.
Selain itu, lanjut dia, tim SAR juga memanfaatkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung untuk menyisir area seluas 67 nautical mile dan RIB 02 Banten yang difokuskan untuk penyisiran ketat di sepanjang Pulau Rakata dan Pulau Panjang, guna mengantisipasi kemungkinan korban atau bagian kapal yang terdampar di pulau-pulau kecil tersebut.
“Terakhir, kita didukung oleh KP Sanjay milik Polairud Polda Banten dengan cakupan pencarian seluas 67,3 nautical mile,” ujarnya.
Riski mengatakan terkait kendala alam, dipastikan bahwa kondisi cuaca di lokasi pencarian masih sangat bersahabat dan mendukung kelancaran operasi.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca terpantau cerah berawan dengan angin bertiup dari arah selatan ke utara berkecepatan 14 knot, serta ketinggian gelombang berkisar antara 0,4 hingga 1 meter.
“Kondisi ini masih terhitung aman dan sangat efektif bagi kita untuk melaksanakan penyisiran di laut,” tambahnya.
Sementara itu, suasana di posko pencarian terpantau mulai didatangi oleh pihak keluarga para korban. Basarnas telah berkoordinasi secara intensif untuk menyampaikan perkembangan terkini dari operasi SAR yang sedang berjalan.
”Keluarga sudah mulai berdatangan, dan tadi kami sudah mengkomunikasikan perihal apa saja yang telah kami laksanakan. Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban dalam kondisi selamat,” kata dia.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini share kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.
Sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA, M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
(zul)







