Ternate, 03/4 – Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengajak seluruh masyarakat di 10 kabupaten/kota menjaga perdamaian menyusul bentrokan antarwarga di Kabupaten Halmahera Tengah, Jumat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat di provinsi ini untuk menahan diri dan tidak terprovokasi. Mari bersama-sama menjaga perdamaian,” kata Sarbin kepada wartawan di Dermaga Pelabuhan Residen Ternate sebelum bertolak ke Halmahera Tengah.
Ia menjelaskan situasi di lokasi bentrok, yakni Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, mulai terkendali setelah aparat gabungan TNI/Polri diterjunkan sejak Jumat pagi.
Sarbin mengatakan dirinya bersama Wakapolda Maluku Utara dan Danrem 152/Baabullah menuju Halmahera Tengah untuk bertemu tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat guna mencari solusi damai bagi kedua pihak.
“Kita semua bersaudara, mari jaga perdamaian,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Polisi Stephen M. Napiun menyatakan sebanyak 250 personel gabungan TNI/Polri telah dikerahkan untuk meredam situasi agar tidak meluas.
“Saya meminta masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan perdamaian,” katanya.
Sebelumnya, bentrokan terjadi pada Jumat pagi dipicu temuan jasad seorang warga Desa Banemo di area kebun yang berada di wilayah Desa Sibenpopo. Peristiwa itu memicu kemarahan keluarga korban dan warga setempat.
Aksi tersebut berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya, yang kemudian dibalas oleh pihak lain sehingga terjadi saling serang.
Akibat bentrokan itu, sejumlah rumah warga di Desa Sibenpopo dilaporkan terbakar. Selain itu, satu warga Desa Sibenpopo dilaporkan meninggal dunia.
(alex)







