Surabaya, 15/6 (MSB) – Sejumlah warga di salah satu lingkungan di Surabaya menyampaikan protes terkait pengusiran juru parkir (jukir) minimarket yang telah lama bertugas tanpa adanya musyawarah atau koordinasi terlebih dahulu.
Penasehat Paguyuban Kota Surabaya, Edy Hasibuan, mengatakan sangat menyayangkan kasus bermunculan terkait polemik yang terjadi pada para juru parkir yang sudah bekerja bertahun-tahun merintis menjaga keamanan dan meminati serta mencegah pencurian kendaraan bermotor di sejumlah titik keramaian di Kota Surabaya, khususnya tempat perbelanjaan seperti Indomaret atau Alfamart.
“Kejadian yang terjadi juga di Indomaret Gayungan, Jl. A. Yani, dimana juru parkir yang lama digusur dan diganti orang baru, ini akan menjadi konflik yang berkelanjutan kalau hal ini tidak segera diluruskan,” ujarnya.
Edy berharap kepada Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk segera memperbaiki polemik berkelanjutan dan menata ulang lebih manusiawi, berpihak pada masyarakat yang berkontribusi menjaga keamanan di Kota Surabaya.
Perwakilan warga menegaskan bahwa juru parkir tersebut sebelumnya sudah memiliki catatan laporan resmi, dan keberadaannya juga telah diketahui oleh RT dan RW setempat. Bahkan, permohonan terkait penugasan juru parkir itu telah diajukan secara resmi kepada pihak pengelola minimarket dengan tembusan dari lingkungan.
“Ini bukan masalah baru. Sudah lama warga tahu keberadaan jukir ini, bahkan prosesnya juga melalui RT/RW. Tapi sekarang tiba-tiba ada edaran dari pemerintah kota, lalu langsung ada tindakan pengusiran tanpa musyawarah. Ini yang kami sesalkan,” ujar salah satu warga.
Warga meminta agar pihak lingkungan, termasuk RT dan RW, tidak gegabah dalam mengambil keputusan terkait pengusiran jukir lama. Sebelum mengambil tindakan, seharusnya ada upaya dialog dan penilaian yang adil terlebih dahulu.
“Kami minta lingkungan juga menilai dulu, jangan asal mengusir tanpa tahu sejarahnya. Jukir ini sudah lama ada dan sudah dikenal warga,” tambahnya.
Warga juga mengimbau Pemerintah Kota Surabaya beserta jajarannya untuk melakukan klarifikasi dan meluruskan persoalan ini agar tidak menimbulkan konflik di masyarakat. Mereka berharap kondisi keamanan dan stabilitas kota tetap terjaga.
“Kalau tidak segera dicarikan titik temu, kami khawatir akan timbul konflik antarwarga. Kami ingin Surabaya tetap kondusif dan aman untuk semua,” pungkasnya.
(investigation Nasional MSB 01 SBY)







