DAERAH

Puluhan rumah dan fasilitas umum di Klaten rusak karena angin kencang

144
×

Puluhan rumah dan fasilitas umum di Klaten rusak karena angin kencang

Sebarkan artikel ini

 

Klaten, 01/4  – Sebanyak 85 unit rumah warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat diterjang hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, menyatakan bahwa bencana hidrometeorologi tersebut berdampak signifikan pada 18 desa di lima kecamatan.

“Sebanyak 83 unit rumah mengalami rusak ringan dan dua unit rumah lainnya mengalami rusak sedang. Sebanyak 87 kepala keluarga terdampak, dengan empat jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke rumah kerabat,” kata dia.

Pusat Pengendalian Operasi BNPB merincikan wilayah terdampak mencakup Kecamatan Cawas, Karanganom, Tulung, Jatinom, dan Ngawen. Di Kecamatan Karanganom, kerusakan tersebar di Desa Jurangjero, Gempol, Karangan, Soropaten, Pandean, dan Babadan, sementara di Kecamatan Tulung melanda enam desa termasuk Desa Majegan dan Kiringan.

 

Selain sektor pemukiman, kata Abdul, terjangan angin kencang juga merusak dua unit sekolah, empat unit fasilitas umum, dua unit tempat ibadah, tiga unit ruko, serta dua unit kandang ternak milik warga di berbagai titik lokasi.

BNPB mencatat sebanyak 48 pohon tumbang yang mengakibatkan gangguan pada jaringan aliran listrik dan internet, serta menutup akses jalan di 21 titik.

Abdul memastikan bahwa tim reaksi cepat BPBD Klaten bersama relawan lintas instansi seperti TNI, Polri, Pemadam Kebakaran, Basarnas, Palang Merah Indonesia sudah berada di lapangan guna melakukan asesmen mendalam serta pendataan total kerugian materiil yang ditimbulkan.

Hingga saat ini, upaya penanganan darurat terhadap bangunan yang mengalami kerusakan masih terus dilakukan secara gotong royong oleh tim gabungan bersama warga setempat guna mempercepat proses pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.

(Bima)