Denpasar, 10/7 – Kepolisian Daerah Bali mengungkap seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial AI menjadi korban penculikan di kawasan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Polisi Ariasandy di Denpasar, Kamis, mengatakan korban diduga disekap dan dianiaya selama hampir 30 jam sebelum akhirnya dilepaskan, sementara polisi kini memburu para pelaku.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (2/7) sekitar pukul 21.35 Wita.
Saat itu korban baru pulang dari Restoran Hedonist menuju tempat tinggalnya di Villa di Desa Pecatu.
Aryasandi menjelaskan dalam perjalanan, korban dihadang sebuah mobil Nissan Serena berwarna hitam. Dua orang pelaku yang mengenakan penutup wajah kemudian menyergap korban, memborgol tangannya menggunakan borgol plastik, menutup kepalanya, dan memaksanya masuk ke dalam mobil.
Korban selanjutnya dibawa ke sebuah bangunan yang diduga menjadi lokasi penyekapan.
“Berdasarkan keterangan korban, selama hampir 30 jam ia mengalami intimidasi, pemukulan, dan tendangan dari para pelaku,” ungkapnya.
Menurut Ariasandy, kekerasan tersebut diduga dilakukan untuk memaksa korban menyerahkan kata sandi akun aset kripto miliknya.
Selain itu, telepon genggam Xiaomi milik korban juga dirampas.
Pelaku kemudian memanfaatkan kunci villa milik korban yang berada di dasbor sepeda motor untuk masuk ke Villa Ukulele.
Dari lokasi tersebut, pelaku mengambil telepon genggam lain yang diduga digunakan korban mengakses akun aset kripto.
Setelah memperoleh apa yang diinginkan, para pelaku melepaskan korban pada Sabtu (4/7) sekitar pukul 04.00 Wita di depan Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran.
Korban kemudian langsung menuju instalasi gawat darurat untuk mendapatkan perawatan medis.
Polda Bali yang sebelumnya menerima laporan orang hilang langsung meningkatkan penanganan perkara menjadi laporan polisi terkait dugaan tindak pidana penculikan, penganiayaan, dan pencurian dengan kekerasan.
Dalam penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara di empat lokasi, yakni Restoran Hedonist, lokasi penculikan di Pecatu, Villa Ukulele, serta lokasi korban diturunkan di depan Rumah Sakit Universitas Udayana.
Penyidik juga mengumpulkan rekaman CCTV dan melakukan analisis data komunikasi telepon seluler atau cell dump di seluruh lokasi yang berkaitan dengan perkara guna melacak keberadaan para pelaku.
Ariasandy mengatakan penyidik masih mendalami identitas pelaku, termasuk memastikan apakah mereka merupakan warga negara Indonesia atau warga negara asing. Polisi juga masih menghitung nilai kerugian korban akibat hilangnya aset kripto.
Saat ini, tim penyidik masih memburu para pelaku dengan menelusuri pergerakan mobil Nissan Serena hitam yang digunakan saat aksi penculikan.
Polda Bali menegaskan seluruh laporan, termasuk yang melibatkan warga negara asing, ditangani secara serius sesuai prosedur hukum yang berlaku.
(Bayu)







