Kendari, 15/7 – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikutkan 113 penyidik untuk mengikuti sertifikasi kompetensi untuk memperkuat profesionalisme dan integritas dalam penegakan hukum di wilayah Bumi Anoa.
Penyidik Utama Tk. I Bareskrim Polri Irjen Pol Agus Santoso saat ditemui di Kendari, Rabu, mengatakan bahwa sertifikasi itu merupakan upaya kepolisian untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di fungsi reserse.
“Melalui sertifikasi ini, setiap personel diharapkan memiliki standar kompetensi yang terukur dalam melaksanakan penyelidikan dan penyidikan,” kata Agus Santoso.
Dia menyebutkan bahwa standardisasi tersebut penting untuk memberikan kepastian hukum, menjunjung tinggi keadilan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri.
“Ratusan peserta yang ikut kali ini berasal dari Direktorat Reserse Narkoba, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), serta Satuan Reserse Kriminal Polres jajaran Polda Sultra,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Sultra Brigjen Pol Budi Hermawan menegaskan bahwa fungsi reserse merupakan garda terdepan dalam pelayanan hukum karena kualitas penanganan perkara sangat ditentukan oleh kompetensi personel.
“Uji kompetensi ini bukan sekadar memenuhi syarat administratif, melainkan proses strategis untuk memastikan setiap penyidik memiliki kapasitas memadai dalam penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan berkeadilan,” katanya.
Ia menjelaskan metode uji sertifikasi kali ini menggunakan sistem Daftar Instruksi Terstruktur (DIT) dan praktik lapangan. Melalui metode tersebut menurut dia, peserta tidak hanya diuji secara tertulis, tetapi juga diminta mensimulasikan penanganan kasus riil di lapangan.
Budi berharap lulusan dari sertifikasi ini mampu menjadi teladan (role model) bagi penyidik-penyidik muda di satuan fungsi masing-masing.
Ia juga meminta tim asesor untuk melakukan penilaian secara independen agar hasil yang diperoleh benar-benar mencerminkan kompetensi riil dari setiap peserta.
“Semoga kegiatan ini menghasilkan output yang berkualitas, sehingga berkontribusi nyata terhadap peningkatan profesionalisme fungsi reserse kriminal di jajaran Polda Sultra,” ujar Budi Hermawan.







