Bengkulu, 05/8 – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid mengajak 4.875 mahasiswa baru Universitas Bengkulu menjadi benteng Pancasila dalam menghadapi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
“Mahasiswa yang cerdas bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjaga persatuan, menghargai keberagaman, serta menjadi benteng Pancasila dalam menghadapi setiap ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Yudhi saat memberikan materi pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bengkulu di Bengkulu, Rabu.
Menurut Yudhi, mahasiswa merupakan kelompok intelektual yang memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan bangsa. Karena itu, kemampuan berpikir kritis harus diimbangi dengan kecintaan terhadap Pancasila, penghormatan terhadap keberagaman, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia mengatakan penguatan ketahanan ideologi menjadi penting di tengah berkembangnya berbagai paham yang dapat mengancam persatuan bangsa, seperti intoleransi, radikalisme, ekstremisme, hingga terorisme.
Kapolda juga mengajak mahasiswa memanfaatkan kebebasan akademik secara bertanggung jawab dengan tetap menjunjung tinggi nilai toleransi, hukum, dan etika kehidupan berbangsa.
Pembekalan tersebut diberikan kepada 4.875 mahasiswa baru dalam kegiatan PKKMB Universitas Bengkulu 2026 sebagai bekal awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.
Selain Kapolda, PKKMB Universitas Bengkulu menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, antara lain Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Komando Resor Militer 041/Garuda Emas, Badan Intelijen Negara, Badan Narkotika Nasional Provinsi Bengkulu, serta jajaran pimpinan Universitas Bengkulu.
Melalui pembekalan itu, Universitas Bengkulu berharap mahasiswa baru tidak hanya berkembang menjadi insan akademik yang unggul, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan, mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman, menjunjung tinggi nilai Pancasila, menolak radikalisme, melawan korupsi, serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
(Tendri)







