swarabhayangkara.com, Kebumen — Di tengah kemarau panjang yang membuat sejumlah sumber air warga menyusut bahkan mengering, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kebumen bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga Desa Pakuran, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen, Kamis (1/10/2026).
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami keterbatasan air bersih selama musim kemarau.
Penyaluran dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB hingga selesai. Personel Satresnarkoba Polres Kebumen bersama BPBD mendistribusikan air secara langsung ke kawasan permukiman warga.
Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Resnarkoba Polres Kebumen AKP Kismanto bersama sejumlah personel.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian kepolisian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Polri hadir membantu masyarakat, terutama ketika warga menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih,” kata Putu.
Menurutnya, kegiatan sosial akan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten Kebumen.

Air Bersih dan Tanggung Jawab Negara
Krisis air bersih bukan sekadar persoalan sosial, tetapi juga berkaitan dengan pemenuhan hak dasar masyarakat.
Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 menjamin hak setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta memperoleh pelayanan kesehatan.
Sementara itu, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air mengatur bahwa negara menjamin hak rakyat atas air untuk memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari. Pengelolaan sumber daya air juga harus memperhatikan fungsi sosial, lingkungan hidup, dan keberlanjutan.
Dalam konteks kebencanaan, pemerintah daerah memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penanggulangan bencana sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Karena itu, distribusi air bersih ketika masyarakat mengalami kekeringan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus respons terhadap kondisi lingkungan.
Kemarau Mengeringkan Sumber Air
Musim kemarau yang berlangsung panjang membuat sejumlah sumber air di wilayah Kebumen mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut berdampak pada masyarakat yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari sumber air setempat.
Bagi warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air, 10.000 liter bukan sekadar angka di dalam tangki.
Air itu berarti kebutuhan untuk minum, memasak, mencuci, mandi, dan bertahan menjalani hari ketika sumur mulai kehilangan airnya.
Kehadiran aparat kepolisian dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa fungsi kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kegiatan pelayanan serta bantuan sosial kepada masyarakat.
Namun, bantuan darurat tetap perlu berjalan beriringan dengan upaya jangka panjang untuk mengatasi persoalan kekeringan, seperti pengelolaan sumber daya air, konservasi lingkungan, penyediaan sarana air bersih, serta mitigasi dampak musim kemarau.
Sebab ketika sumur mengering, persoalannya bukan hanya siapa yang datang membawa tangki air.
Pertanyaan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan masyarakat tidak terus-menerus menunggu tangki berikutnya untuk mendapatkan hak paling sederhana: air untuk hidup.







