Kupang, NTT, 25/9 – Kementerian Perdagangan RI menetapkan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai pusat pelatihan metrologi legal bagi aparatur dari negara Republik Demokratik Timor Leste.
“Kota Kupang memiliki posisi strategis dan tepat untuk menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas aparatur Timor Leste di bidang metrologi legal,” kata Direktur Metrologi Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan RI Sri Astuti di Kupang, Rabu.
Ia menjelaskan sebanyak 10 peserta dari Timor Leste akan mengikuti pelatihan di Kupang.
“Kehadiran mereka diharapkan menjadi langkah awal bagi Timor Leste dalam menyusun regulasi dan sistem pengawasan alat ukur, peneraan timbangan, serta kalibrasi yang terstandar sebagaimana telah berjalan di Indonesia,” katanya.
Ia menyebut program ini merupakan bagian dari forum Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).
Indonesia sebagai negara yang lebih dulu memiliki pengalaman di bidang metrologi legal, berkewajiban untuk membina dan mendampingi negara-negara sekitarnya.
“Itu namanya kerja sama Selatan-Selatan. Memang sebagai negara yang sudah lebih duluan, kita punya kewajiban membina hubungan baik dengan negara tetangga. Kemarin Papua Nugini juga meminta untuk dilatih. Ini bentuk solidaritas kawasan, sebab suatu saat bisa saja kita yang meminta dukungan dari negara tetangga yang lebih maju,” jelasnya.
Pelatihan bagi aparatur Timor Leste akan berlangsung hingga 4 Oktober 2025 di UPT Metrologi Kota Kupang.
“Kegiatan ini didukung Kementerian Luar Negeri, LDKPI, dan Kementerian Keuangan, dengan Kementerian Perdagangan sebagai pelaksana,” katanya menambahkan.
Materi teknis tentang peneraan, kalibrasi, dan pengawasan metrologi legal akan disampaikan langsung oleh narasumber dari Kementerian Perdagangan RI, sementara UPT Metrologi Kota Kupang berperan sebagai tuan rumah penyelenggaraan dan fasilitator kegiatan.
Selain itu, Sri Astuti juga menekankan Kementerian Perdagangan saat ini tengah fokus pada tiga program besar, yakni perluasan pasar ekspor, penguatan UMKM agar bisa menembus pasar ekspor, serta pengamanan pasar dalam negeri.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyambut baik kerja sama tersebut dan menyatakan kesiapan Pemkot Kupang mendukung program Kementerian Perdagangan.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mendorong penguatan layanan metrologi, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi lainnya.
“Jadi pusat belajar metrologi itu bagus, artinya ini peluang baik bagi Kupang,” ujarnya.
(Robert)







