DAERAH

Pasar Murah Natal Wartawan dan Insan Pers Riau 2025 Disambut Antusias Warga, Sembako Ludes Lebih Cepat dari Janji Harga Stabil

227
×

Pasar Murah Natal Wartawan dan Insan Pers Riau 2025 Disambut Antusias Warga, Sembako Ludes Lebih Cepat dari Janji Harga Stabil

Sebarkan artikel ini

 

swarabhayangkara, Pekanbaru  — Panitia Natal Wartawan dan Insan Pers Provinsi Riau Tahun 2025 kembali menggelar Operasi Pasar Murah di HKBP Resort Rajawali Panam, Sabtu (13/12).

Kegiatan ini menjadi edisi ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan di HKBP Exaudi Sukajadi dan HKI Pasir Putih, Kabupaten Kampar—dan seperti dua kegiatan sebelumnya, sembako kembali ludes dengan kecepatan yang patut diapresiasi, sekaligus direnungkan.

Bekerja sama dengan Bulog, Pasar Murah ini merupakan bagian dari bakti Natal Wartawan dan Insan Pers Kristiani Provinsi Riau dalam berbagi kasih kepada masyarakat. Menariknya, kegiatan ini terbuka untuk umum tanpa memandang agama atau keyakinan, seolah ingin mengingatkan bahwa harga sembako yang tinggi memang tak pernah bertanya soal latar belakang siapa pun.

Ketua Panitia, Evi br Bukit, menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kepedulian insan pers terhadap kondisi masyarakat menjelang Natal, di tengah harga kebutuhan pokok yang terus menunjukkan bakatnya untuk naik lebih konsisten dibanding pendapatan warga.

“Ini adalah kegiatan ketiga yang kami lakukan. Sebelumnya di HKBP Exaudi dan HKI Pasir Putih, dan respons masyarakat sangat antusias. Seluruh barang habis terjual dengan harga murah. Kami berharap kegiatan ini bisa sedikit membantu masyarakat,” ujarnya, sembari mengucapkan terima kasih kepada Pendeta dan pengurus HKBP Rajawali Panam yang telah menyediakan tempat demi terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

Antusiasme warga terlihat jelas sejak pagi hari. Salah seorang warga, St. Br. Simanjuntak, menyampaikan apresiasinya atas Pasar Murah tersebut yang dinilai sangat membantu, terutama di saat harga pasar umum kian “mandiri” menentukan nilainya sendiri.

“Kami sangat berterima kasih. Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat. Harapannya bisa dilakukan rutin, mungkin tiga atau enam bulan sekali,” ujarnya, sambil mewakili harapan banyak warga yang tampaknya sudah lebih dulu berdamai dengan realitas ekonomi.

Dalam kegiatan Pasar Murah Natal Wartawan dan Insan Pers Tahun 2025 di HKBP Rajawali Panam, panitia menyediakan beras sebanyak 1 ton, minyak goreng 500 liter, gula 250 kilogram, serta bawang putih. Seluruhnya habis terjual—sebuah capaian yang di satu sisi menggembirakan, namun di sisi lain kembali mengingatkan bahwa “murah” masih menjadi kata yang sangat dirindukan masyarakat.

Pasar murah ini pun tak sekadar menjadi kegiatan sosial, tetapi juga cermin kecil kondisi ekonomi: ketika wartawan turun tangan menjual sembako murah, masyarakat pun berbondong-bondong datang—bukan sekadar merayakan Natal, melainkan merayakan kesempatan langka membeli kebutuhan pokok dengan harga yang terasa lebih bersahabat.(Erick)