Tenggarong, Kaltim, 01/8 – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Aulia Rahman Basri membagikan 10 juta Bendera Merah Putih ke sekolah-sekolah dan warga, sebagai bentuk syukur atas nikmat kemerdekaan Republik Indonesia selama 80 tahun ini.
Seremoni pembagian bendera dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar di Tenggarong, ditandai pembentangan bendera dan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Kukar bersama Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura AM Arifin dan Forkopimda setempat.
“Seremoni hari ini menjadi tanda pemasangan Bendera Merah Putih, umbul-umbul, dan lainnya, untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI,” ujar Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam seromoni tersebut di Tenggarong, Jumat.
Beberapa jam sebelumnya, Bupati Kukar, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Forkopimda, dan para Ketua RT di Kecamatan Tenggarong, Tenggarong Seberang, dan Kecamatan Loa Kulu, berkumpul di Taman Tanjong, untuk menerima bendera dari bupati kepada 10 perwakilan RT.
Selanjutnya iring-iringan sepeda motor menuju ke lapangan upacara kantor bupati, untuk melanjutkan Gerakan Pembagian 10 juta Bendera Merah Putih.
Setelah seremoni, bupati, sultan, Forkopimda, dan rombongan lainnya membagikan bendera menuju ke titik 1 di kediaman Hj. Mastinah (janda veteran ). Titik 2 di Pasar Mangkurawang, titik 3 di Sekolah Luar Biasa (SLB), titik 4 di SMPN 1, dan berakhir di titik 5 di SDN 002 Tenggarong.
Dalam kesempatan itu Bupati Kukar mengajak seluruh masyarakat setempat memasang Bendera Merah Putih, di halaman depan rumah, kantor, dan tempat-tempat pelayanan masyarakat, terlebih bendera sudah dibagikan ke masyarakat.
“Hal ini untuk mengingatkan kembali semangat juang yang dilakukan para pahlawan. Sedangkan bagi kaum muda, semangat juang para pendahulu kita hendaknya tetap mengalir dan menggelora hingga kini untuk mengisi kemerdekaan, yakni dengan melakukan berbagai kegiatan positif dan inovatif,” katanya.
Sedangkan saat membagikan bendera di SDLB Tenggarong, bupati juga melakukan pemotongan nasi tumpeng dalam rangka HUT ke-40 SDLB Tenggarong. Bupati mengaku terharu melihat semangat anak-anak berkebutuhan khusus tersebut dalam menuntut ilmu.
“Saya pesan kepada para guru lebih memperhatikan tingkat kebutuhan dan kasih sayang kepada anak-anak, baik dari aspek akademis maupun nonakademis, termasuk pengembangan pemberdayaan potensi yang dimiliki masing-masing anak,” kata Aulia.
(dodo)







