Jakarta, 26/8 – Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menyiapkan personel di berbagai titik di Jakarta untuk mengawal aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (27/8).
Kepolisian berkoordinasi dengan TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta petugas pengamanan dalam (pamdal) di berbagai titik, termasuk DPR dan instansi di area sekitar Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Kepresidenan Jakarta.
“Beberapa titik ini juga kita lakukan kesiapan dalam pengamanan aspirasi penyampaian pendapat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.
Personel yang ditugaskan tidak hanya untuk mengawal aksi unjuk rasa, tetapi juga keperluan pengamanan lain sehingga jumlahnya akan lebih banyak dari massa aksi. Kendati demikian, Budi belum memerinci jumlah personel yang nantinya diturunkan.
“Kami harus luruskan dan jelaskan. Misalnya tergelar beberapa ribu personel, (sementara) misalnya massa aksi (ada) 500. (Personel polisi) bukan hanya untuk 500 (massa aksi), tetapi untuk pengaturan lalu lintas, kelancaran masyarakat lainnya,” kata dia.
Ia melanjutkan “jadi yang kami sampaikan nanti terkait tentang jumlah personel, itu terkait tentang seluruh kegiatan, bukan hanya satu titik aksi penyampaian pendapat, penyampaian aspirasi. Ini harus dipahami dan cerdas menelaah informasi yang kami sampaikan.”
Ihwal jumlah massa aksi yang berencana melakukan unjuk rasa esok hari, Budi mengonfirmasi setidaknya ada dua kelompok yang telah menyampaikan pemberitahuan, yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Merah Putih.
“Ini ada masuk lagi. Kalau kita berbicara, estimasi sejauh ini masih sekitar 500 massa aksi,” katanya.
Dia mengatakan konsentrasi massa diperkirakan berada di Gedung DPR RI, Jakarta. Polda Metro Jaya akan menyampaikan informasi mengenai aksi unjuk rasa tersebut secara berkala melalui kanal media sosial resmi.
Budi lebih lanjut mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam mengonsumsi informasi di dunia maya.
“Semakin hari, kami melihat semakin banyak disinformasi, fitnah, provokasi, dan isu-isu yang menyesatkan. Kami berharap masyarakat bijak menyaring informasi-informasi tersebut,” kata dia.
(dinda)







