Palu, 26/8 – Ratusan personel TNI/Polri dikerahkan untuk membantu proses pembersihan rumah warga dari material lumpur dan kayu yang terbawa banjir bandang di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng).
“Sekitar 200 personel TNI/Polri terlibat dalam Penanggulangan bencana di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai dihubungi dari Palu, Rabu.
Ia mengemukakan pembersihan sisa-sisa banjir menggunakan alat manual berupa cangkul dan skop, karena endapan lumpur cukup banyak di dalam rumah warga yang terdampak, di tambah potongan kayu yang terbawa arus banjir.
TNI/Polri bersama personel BPBD dan pemerintah desa setempat sejak pagi telah melakukan langkah pembersihan, hingga kini kegiatan tersebut masih berlanjut.
“Kalau kondisi jalan sudah dibersihkan menggunakan alat berat milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN). Fokus kami saat ini membersihkan rumah masyarakat,” ujarnya.
Kata dia Pemkab Parigi Moutong membuka diri jika ada relawan ikut bersama-sama dalam penanganan pascabencana hidrometeorologi, termasuk bantuan logistik dari para pihak.
“Kami membuka diri siapa saja ikut membantu pemulihan bencana, termasuk bantuan bahan makan kami siap menampung untuk disalurkan kepada korban banjir,” tutur Rivai.
Ia menambahkan Pemkab Parigi Moutong telah menetapkan status tanggap darurat banjir bandang selama 14 hari, mulai 26 Agustus hingga 8 September 2026.
Hingga kini tercatat 12 rumah rusak, 50 rumah terendam lumpur, 68 Kepala Keluarga (KK) atau 103 jiwa terdampak dan 12 KK diantaranya mengungsi.
“Kami sudah membangun posko induk sebagai pusat informasi kebencanaan. Kami juga mempertimbangkan membuka opsi dapur umum, kami sedang melihat perkembangan situasi di lapangan,” kata dia.
(Acok)







