Jakarta, 11/3 – Polri melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) mulai mengoperasikan tujuh pusat studi baru, mulai dari pusat studi forensik kepolisian hingga pusat studi pelayanan perempuan dan anak (PPA).
Dikutip dari keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu, pengoperasian ini dimulai secara resmi pada Selasa (10/3) dalam acara yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Ia mengatakan keberadaan pusat studi ini merupakan pernyataan sikap bahwa Polri tidak lagi hanya mengandalkan tindakan taktis dan teknis di lapangan.
“Diharapkan pusat studi kepolisian ini menjadi wadah riset dan diskusi akademik terkait pengembangan ilmu kepolisian di Indonesia,” katanya.
Adapun tujuh pusat studi yang baru diresmikan, yaitu:
- Pusat Studi Teknologi Kepolisian yang dikepalai oleh Irjen Pol. Suwondo Nainggolan
- Pusat Studi Forensik Kepolisian yang dikepalai oleh Komjen Pol. (Purn) Prof. Dr. Petrus R. Golose
- Pusat Studi Internasional Kepolisian yang dikepalai oleh Irjen Pol. Asep Herdradiana
- Pusat Studi Keamanan Nasional yang dikepalai oleh Prof. Muradi
- Pusat Studi PPA yang dikepalai oleh Brigjen Pol. Nurul Azizah
- Pusat Studi Keadilan Restoratif & Transformasi Konflik yang dikepalai oleh Andrea H. Poeloengan
- Pusat Studi Intelijen Kepolisian, yang dikepalai oleh Irjen Pol. Achmad Kartiko
Kemudian, untuk sembilan pusat studi kepolisian lain yang sudah diresmikan pada tahun 2025, yaitu:
- Pusat Studi Polmas
- Pusat Studi Anti Korupsi
- Pusat Studi Terorisme
- Pusat Studi Ilmu Kepolisian
- Pusat Studi Kamsel Lantas
- Pusat Studi Siber
- Pusat Studi SDM
- Pusat Studi Pasifik Oseania
- Pusat Studi Kehumasan Polri
Lebih lanjut, strategi besar yang diusung Polri kali ini melibatkan kolaborasi pentahelix dengan menempatkan dunia akademis sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan negara.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak delapan dari 77 Pusat Studi Kepolisian di PTN/PTS yang sudah meresmikan Pusat Studi Kepolisian, di antaranya:
- Universitas Syiah Kuala
- Universitas Negeri Sebelas Maret
- Universitas Pattimura
- Universitas Muhammdiyah Karanganyar
- Universitas Islam Sultan Agung
- Universitas Negeri Semarang
- Universitas Bangka Belitung
- Universitas Jenderal Soedirman
Selain itu, masih terdapat 69 PTN/PTS mulai dari Aceh hingga Papua yang tengah memasuki tahap penandatanganan kerja sama (PKS).
(red)







