Karo, 31/7 – Pemkab Karo mencanangkan Festival Bunga dan Buah menjadi ajang bertaraf internasional mulai 2027, dengan harapan kegiatan tersebut bukan hanya sebagai perayaan hasil pertanian, tetapi juga pintu masuk investasi, promosi pariwisata, dan penguatan ekonomi daerah.
Bupati Karo Antonius Ginting di Kabanjahe, Jumat, mengatakan, setelah lima tahun berturut-turut masuk dalam kalender even nasional, Festival Bunga dan Buah Karo kini saatnya naik kelas.
Hal itu juga juga sejalan dengan arahan Kementerian Pariwisata agar festival tersebut dipersiapkan menjadi agenda berskala internasional.
“Festival ini sudah lima tahun mendapat pengakuan sebagai even nasional. Sesuai arahan Kementerian Pariwisata, tahun depan Festival Bunga dan Buah Karo harus naik kelas menjadi even internasional,” katanya.
Sebagai langkah awal, Pemkab Karo menyiapkan konsep 3F (Flower, Fruit and Food) sebagai kegiatan utama festival.
Selanjutnya, konsep tersebut akan diperluas menjadi 10F melalui penambahan sedikitnya tujuh side event yang menampilkan beragam potensi daerah, mulai dari kuliner, fesyen, olahraga wisata (sport tourism), seni budaya, hingga atraksi alam.
Kegiatan utama tetap dipusatkan di Berastagi selama tiga hari, sementara rangkaian side event akan digelar di sejumlah destinasi unggulan seperti Air Terjun Sipiso-piso, Danau Lau Kawar, kawasan pemandian air panas, hingga objek wisata alam lainnya.
“Kita ingin wisatawan tidak hanya datang sehari, tetapi tinggal lebih lama di Kabupaten Karo. Kalau mereka bisa menghabiskan waktu hingga seminggu, maka manfaat ekonominya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Antonius, semakin lama wisatawan berada di Karo, semakin besar pula perputaran ekonomi yang dinikmati pelaku usaha lokal, mulai dari hotel, restoran, transportasi, hingga UMKM.
Selain menjadi magnet wisata, Festival Bunga dan Buah juga diproyeksikan sebagai sarana memperkenalkan peluang investasi Kabupaten Karo kepada dunia internasional.
Karena itu, pada penyelenggaraan tahun ini Pemkab Karo turut mengundang sejumlah konsul jenderal negara sahabat sebagai bagian dari upaya membangun jejaring kerja sama dan menarik investor.
Ia menilai investasi menjadi kunci untuk mempercepat kemajuan sektor pertanian Karo yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura terbesar di Indonesia.
“Kita membutuhkan investor yang membawa tiga hal sekaligus, yakni pasar, teknologi, dan modal. Sementara masyarakat Karo memiliki lahan serta sumber daya manusia. Kalau lima faktor itu dipadukan, hasil pertanian Karo akan semakin maju, memiliki daya saing, dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah melalui hilirisasi,” katanya.
Antonius menjelaskan, keunggulan alam Kabupaten Karo sebenarnya sudah menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Namun, potensi tersebut harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas yang memenuhi standar internasional.
Ia berharap ke depan semakin banyak investor membangun hotel berkualitas dengan tarif yang tetap terjangkau sehingga wisatawan dapat menikmati panorama alam Karo dengan layanan yang nyaman.
“Kita memiliki alam yang luar biasa. Tinggal bagaimana menghadirkan hotel yang berkualitas, pelayanan yang baik, infrastruktur yang memadai, serta destinasi yang semakin tertata. Dengan begitu wisatawan mancanegara akan semakin tertarik datang ke Kabupaten Karo,” ujarnya.
(sar)







