swarabhayangkara.com, Jakarta — Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di depan Pintu Air Tamansari, Jakarta Barat, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan dua kendaraan, yakni mobil Toyota Avanza Veloz dan Suzuki Grand Vitara.
Berdasarkan keterangan di lokasi, pengemudi Suzuki Grand Vitara bernama Iqbal tengah melintas di kawasan tersebut. Iqbal diketahui sedang melakukan penelusuran terkait sebuah perkara sebagai detektif swasta. Namun, ia mengaku merasa dibuntuti oleh sebuah mobil Avanza Veloz sejak beberapa saat sebelum kejadian.
Dugaan tersebut menguat setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi diperlihatkan kepada warga dan petugas kepolisian yang berjaga. Dalam rekaman itu, terlihat mobil Avanza Veloz beberapa kali berusaha menghalangi dan memepet laju mobil Grand Vitara hingga akhirnya terjadi tabrakan.
Yang mengejutkan, pengemudi Avanza Veloz mengakui secara langsung bahwa dirinya sengaja menabrakkan kendaraannya ke mobil Grand Vitara. Pengakuan tersebut disampaikan di hadapan warga sekitar dan petugas kepolisian setelah rekaman CCTV diputar. Pernyataan itu sontak membuat warga dan aparat yang berada di lokasi terkejut.
Akibat tabrakan tersebut, mobil Suzuki Grand Vitara mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian depan, dengan kondisi kaca pecah dan bodi kendaraan penyok. Sementara itu, mobil Avanza Veloz dilaporkan tidak mengalami kerusakan berarti.
Iqbal mengaku telah berupaya menenangkan situasi dan bahkan menyampaikan permintaan maaf. Namun, ia menyebut pengemudi Avanza tidak menerima itikad tersebut dan justru meminta agar mobilnya diperbaiki, meskipun kerusakan yang dialami dinilai tidak signifikan. Iqbal merasa tindakan tersebut mengarah pada upaya pemerasan.
Lebih lanjut, Iqbal mengungkapkan kecurigaannya terhadap motif di balik kejadian itu. Ia menilai penabrakan yang dilakukan secara sengaja tidak masuk akal jika tidak memiliki tujuan tertentu. Kecurigaan tersebut muncul karena, menurut pengakuannya, saat ini ia sedang menangani kasus sengketa tanah di Jawa Tengah yang diduga melibatkan seorang oknum kepala daerah.
“Saya dari kecil diajarkan disiplin. Kalau saya salah dan melanggar aturan lalu lintas, saya siap diproses sesuai hukum negara. Saya tidak kabur. Tapi kalau ada upaya penabrakan yang disengaja, apalagi mengarah pada dugaan percobaan pembunuhan, itu tidak bisa saya terima,” ujar Iqbal kepada wartawan.
Ia juga mempertanyakan motif pelaku. “Apakah ada orang normal yang sengaja menabrakkan mobilnya ke orang lain tanpa tujuan? Di situ saya mulai bertanya-tanya,” tegasnya.
Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua belah pihak akhirnya sepakat mendatangi Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat guna dilakukan penanganan sesuai prosedur hukum yang berlaku.







