HUKRIM

Kasus Penembakan Montir di Kalimantan Barat: Keluarga Korban Laporkan ke Mabes Polri

459
×

Kasus Penembakan Montir di Kalimantan Barat: Keluarga Korban Laporkan ke Mabes Polri

Sebarkan artikel ini

 

Jakarta, swarabhayangkara – Kasus penembakan yang menewaskan Agustino, seorang montir mobil di Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan publik setelah keluarga korban melalui tim kuasa hukum resmi melaporkan kasus ini ke Mabes Polri. Dugaan keterlibatan anggota Polri dan warga sipil dalam insiden ini memicu desakan penegakan hukum yang transparan.

Kronologi Penembakan
Agustino dilaporkan tewas pada Juli 2023 saat memperbaiki truk di rumahnya. Menurut saksi mata, pelaku yang diduga anggota Polri berinisial Bripda AR, datang bersama 10 orang lainnya membawa senjata laras panjang yang dicurigai ilegal. Kuasa hukum korban menyebut laporan sebelumnya ke Polsek dan Polda Kalimantan Barat ditolak tanpa alasan jelas.

Motif Penembakan
Kuasa hukum korban menduga insiden ini berkaitan dengan laporan Agustino terhadap bandar narkoba yang merupakan anak buah warga sipil berinisial AK. AK juga disebut terlibat dalam aktivitas tambang ilegal. Dugaan ini semakin menguatkan permintaan investigasi mendalam terhadap peran AK sebagai otak di balik penembakan tersebut.

Tuntutan Keluarga Korban
Tim kuasa hukum yang terdiri dari Mayor TNI CHK Purn Marwan Iswandi, S.H., M.H., Bambang Sibagariang, S.H., Daniel Napitupulu, S.H., M.Th., dan R.A. Widya Sari, S.H., M.H., meminta:

  1. Penegakan hukum tegas terhadap pelaku, baik anggota Polri maupun warga sipil.
  2. Pemeriksaan senjata api ilegal yang digunakan dalam insiden tersebut.
  3. Penyelidikan keterlibatan AK dalam kasus narkoba dan tambang ilegal.
  4. Pengawasan langsung dari Kapolri terhadap penanganan kasus oleh Polda Kalimantan Barat.

Laporan Ditolak di Daerah
Keluarga korban menyebut upaya mencari keadilan di tingkat Polsek hingga Polda menemui jalan buntu. Dugaan tidak transparannya aparat penegak hukum di daerah membuat mereka terpaksa membawa kasus ini ke level nasional. Bahkan, koordinasi dengan Staf Kepresidenan telah dilakukan untuk memastikan kasus ini mendapatkan perhatian serius.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi institusi Polri dalam menunjukkan komitmennya terhadap keadilan tanpa pandang bulu. Publik kini menunggu langkah tegas Kapolri untuk menyelesaikan perkara yang telah menggantung lebih dari setahun ini.

NMC