DAERAH

Mobil Operasional Polres Sumba Barat Daya Tak Layak Pakai, Sering Mogok Saat Bertugas

224
×

Mobil Operasional Polres Sumba Barat Daya Tak Layak Pakai, Sering Mogok Saat Bertugas

Sebarkan artikel ini

TAMBOLAKA, NTT (swarabhayangkara.com) – Kinerja aparat kepolisian di wilayah hukum Polres Sumba Barat Daya (SBD) terkendala fasilitas penunjang yang memprihatinkan. Mobil operasional yang digunakan personel Polres SBD dilaporkan dalam kondisi tak layak pakai dan kerap mogok saat sedang menjalankan tugas, termasuk saat merespons panggilan darurat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). 13/12/2025

Berdasarkan pantauan langsung wartawan Media Swara Bhayangkara (MSB) Korda NTT, Robert Syukur Djola, kondisi armada tersebut memang sangat mengkhawatirkan. Kendaraan yang diketahui telah berusia puluhan tahun itu terlihat mogok di tengah perjalanan saat hendak menuju wilayah pedalaman.

“Benar adanya, mobil tersebut tak layak dipakai dan sering mogok saat ke TKP,” lapor Robert Syukur Djola dari lokasi kejadian.

Kendala Geografis dan Tingkat Kriminalitas

Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari tokoh masyarakat dan pemerhati sosial setempat. Mereka menyayangkan minimnya armada kepolisian di SBD, di mana hanya tersedia satu unit kendaraan operasional yang kondisinya pun sudah rusak. Padahal, Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki wilayah geografis yang sangat luas dan medan yang cukup sulit dijangkau.

Selain tantangan geografis, urgensi peremajaan fasilitas ini didorong oleh tingginya angka kriminalitas di wilayah tersebut. Kasus-kasus berat seperti pembunuhan, perampokan, dan pencurian ternak masih marak terjadi dan menuntut gerak cepat (gercep) dari aparat kepolisian.

Desakan Kepada Kapolri

Masyarakat menilai keterbatasan fasilitas ini menghambat pelayanan publik dan penegakan hukum. Oleh karena itu, masyarakat Sumba Barat Daya mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk segera memberikan atensi khusus terhadap kondisi fasilitas di Polres SBD.

Pengadaan armada baru yang tangguh dan memadai dianggap sebagai kebutuhan mendesak agar polisi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan menjaga keamanan di wilayah ujung barat Pulau Sumba ini dengan maksimal.

Adapun Harapan Tokoh Masyarakat Sumba Barat Daya (SBD) yaitu :

– Tuntutan masayarakat semakin tinggi terhadap Pelayanan Kepolisian yang prima
– Program Presisi Kapolri, Responsif terhadap setiap pengaduan masyarakat dengan kecepatan dlm menanggapi setiap pengaduan.
– saat ini sementara dilakukan Akselerasi Reformasi.
– Namun sangat tidak berimbang antara apa yang diharapkan dari pelayanan Prima, dengan dukungan sarana prasaranan khususnya mobil untuk turun TKP.
– Harus diingat mobil tersebut tdk saja digunakan untuk mengangkut anggota Polri saat bertugas, dalam keadaan tertentu pasti digunakan keperluan membantu/mengangkut masyarakat.
– Mobil keluaran tahun 2004, rentan rusak serta malfungsi ketika sedang digunakan, bahkan berpeluang membahayakan jiwa

 

(Sumber: swarabhayangkara.com/ Robert Syukur Djola)