Banjarbaru, Kalsel, 18/9 – Polda Kalimantan Selatan mengubah pola pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut, dengan menyasar bara di bawah permukaan tanah menggunakan cairan surfaktan ramah lingkungan, untuk mencegah api kembali muncul.
Metode tersebut diterapkan dengan menyuntikkan cairan surfaktan langsung ke lapisan gambut menggunakan pipa undercooling berlubang, sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada api yang terlihat di permukaan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid di Banjarbaru, Jumat, mengatakan cairan surfaktan dirancang untuk membasahi lapisan gambut lebih cepat, meresap ke dalam tanah dan membantu mendinginkan sumber bara yang berada di bawah permukaan.
“Inovasi ini mampu mendinginkan dan memadamkan bara api secara permanen,” jelasnya saat peninjauan penanganan karhutla di Jalan Sempati, Kelurahan Guntung Damar, Kota Banjarbaru.
Menurut Nur Khamid, metode penyuntikan tersebut menjadi penting dalam penanganan lahan gambut karena sumber panas tidak selalu terlihat dari permukaan, sehingga pemadaman api yang tampak belum otomatis menghilangkan bara di dalam tanah.
Efektivitas metode itu dipantau menggunakan drone thermal untuk melihat perubahan suhu lahan setelah cairan surfaktan diaplikasikan langsung ke area yang terbakar.
Hasil pemantauan menunjukkan suhu lahan gambut yang sebelumnya mencapai sekitar 130 derajat Celsius turun menjadi sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu kurang lebih satu menit setelah cairan diberikan.
“Dalam satu menit, cairan surfaktan ramah lingkungan ini dapat mendinginkan lahan gambut yang terbakar,” tuturnya
Selain membantu mendinginkan gambut, cairan surfaktan membentuk lapisan busa di permukaan yang membantu mengurangi akses oksigen menuju sumber bara sehingga potensi api kembali muncul dapat ditekan
Penggunaan metode tersebut juga diharapkan dapat menghemat air dalam proses pemadaman dan pembasahan lahan karena surfaktan dinilai mampu membasahi gambut lebih efektif dibandingkan air biasa.
Waastamaops Polri Irjen Pol Laksana meninjau langsung penerapan inovasi tersebut bersama Karodalops Stamaops Polri Brigjen Pol Benny Iskandar, Wakapolda Kalsel dan pejabat utama Polda Kalsel sebagai evaluasi penanganan karhutla di lapangan.
(wan)







