DAERAH

Terminal Leuwipanjang evaluasi sistem cek kesehatan selama arus mudik

61
×

Terminal Leuwipanjang evaluasi sistem cek kesehatan selama arus mudik

Sebarkan artikel ini

 

Bandung, 28/3 – Otoritas Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat akan melakukan evaluasi sistem cek kesehatan bagi pengemudi selama arus mudik termasuk pada Lebaran 2026 agar pelaksanaan lebih baik saat musim liburan mendatang.

Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat dikonfirmasi di Bandung, Jumat, menjelaskan pada musim Lebaran 2026, pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait mendirikan posko pelayanan kesehatan bagi pengemudi dan masyarakat.

Akan tetapi, katanya, operasional belum efektif, khususnya dalam mengecek kesehatan pengemudi sebagai kebutuhan penting dalam transportasi.

“Dari layanan kesehatan, kan kita buka posko pengemudi, hanya ternyata pengemudi tidak sadar diri untuk mengecek kondisi fisiknya sebelum berangkat,” katanya.

Dia mencontohkan para pengemudi trayek Bandung-Sukabumi yang sempat ditemukan bisa dua sampai tiga kali jalan namun tanpa melakukan cek kesehatan sekali pun.

“Jadi tidak sadar diri, padahal ini berbahaya karena salah satu faktor kunci keselamatan transportasi selain kondisi kendaraan, juga fisik dari pengemudinya. Karena itu kami akan dorong pengemudi untuk mau cek kesehatan,” ucap dia.

Selain dorongan untuk pengemudi agar melakukan cek kesehatan, ia mengatakan evaluasi juga dilakukan pada posko kesehatan itu, di mana nantinya diarahkan lebih proaktif pada saat musim libur panjang selanjutnya.

“Jadi di posko itu harus mobile (bergerak), jangan diam di posko, tapi harus mendekati pelayanan bus, jemput bola mendekati pengemudi yang mau berangkat,” ujarnya.

Posko kesehatan di Terminal Leuwipanjang dalam masa mudik Lebaran 2026, terletak di gedung utama di bagian ujung dalam dari pintu masuk gedung yang memang terlihat cukup sepi dari aktivitas selain para petugas posko.

Aktivitas arus balik Lebaran 2026 di Terminal Leuwipanjang menunjukkan tren peningkatan signifikan sejak H+1 hingga H+5. Berdasarkan data sementara, jumlah pemberangkatan tercatat sekitar 25 ribu penumpang, sedangkan kedatangan justru lebih tinggi, diperkirakan mencapai 30 ribu penumpang.

‎Asep Hidayat mengatakan kondisi saat ini sudah memasuki fase arus balik, dengan peningkatan jumlah penumpang yang cukup konsisten dalam beberapa hari terakhir.

Untuk lonjakan arus balik tahap kedua diperkirakan terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3), mengingat pekan depan libur sekolah telah selesai.

“Prediksi puncaknya pada hari Minggu (29/3), bisa mencapai 7.000 hingga 8.000 penumpang,” ucap dia.

Puncak sementara arus balik sebelumnya terjadi pada 23–24 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 6.000 orang per hari. Namun, setelah itu terjadi penurunan bertahap, di mana pada hari berikutnya tercatat sekitar 5.200 penumpang, sedangkan hari ini diperkirakan kembali turun di kisaran 3.000 hingga 4.000 penumpang.

‎Meski demikian, potensi lonjakan masih terbuka lebar, terutama menjelang akhir pekan. Pada periode tersebut, jumlah penumpang harian diperkirakan bisa 10.000 orang, bahkan berkaca dari tahun sebelumnya yang sempat mencapai 12.000 penumpang.

(asep)